Breaking News:

Virus Corona

YLKI Minta Kemenkes Atur Ulang Harga Tes Rapid Antigen, Ini Alasannya

Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta mengatur ulang Harga Eceran Tertinggi (HET) tes rapid antigen.

Editor: Glery Lazuardi
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi rapid test antigen 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diminta mengatur ulang Harga Eceran Tertinggi (HET) tes rapid antigen.

Saat ini, HET yang ditetapkan Kemenkes untuk tes rapid antigen, yakni Rp 250 ribu.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengungkap harga pokok tes rapid antigen hanya Rp 50 ribu.

"HET tes rapid antigen Rp250.000 ternyata terlalu mahal. Sebab, menurut informasi yang saya peroleh, harga pokoknya hanya Rp 50.000," kata dia, dalam keterangannya, Minggu (27/6/2021).

Baca juga: Berlakukan Tes Antigen Acak, 24 dari 560 Calon Penumpang KRL Dinyatakan Reaktif Covid-19

Baca juga: Berlakukan Tes Swab Antigen Secara Acak, PT KCI Temukan 11 Calon Penumpang KRL Reaktif Covid-19

Menurut dia, selisih harga itu terlampau jauh. Di masa sulit seperti saat ini, selisih HET dengan harga pokoknya yang terlampau jauh menunjukan ada pihak yang mengeruk keuntungan di balik kesulitan masyarakat.

Akibatnya, dia mengkhawatirkan, masyarakat enggan untuk rapid tes secara mandiri.

"Jangan terlalu banyak mengambil untung. Jangan terlalu komersialistik di tengah pandemi seperti ini, tidak etis," ujarnya.

Dia mendesak Kemenkes merevisi kebijakannya itu. Sehingga harga pasarannya menjadi lebih masuk akal. Dengan harga yang lebih terjangkau.

"Saya minta Kemenkes mengevaluasi dan merevisi HET tes rapid antigen. Sehingga harganya lebih rasional dan terjangkau oleh konsumen. Apakah banyak cukong yang bermain sehingga HET rapid antigen sangat tinggi dan sangat mahal," katanya.

Dia juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk mengaudit HET dan aliran dana yang mengalir ke pihak-pihak yang menikmati keputusan Kemenkes.

Dengan begitu, tidak terjadi penyimpangan keuangan di balik keputusan tersebut.

"BPK sebaiknya juga bisa melakukan audit HET rapid antigen tersebut," katanya.

Baca juga: Catat! Syarat Menyeberang di Pelabuhan Bakauheni Menuju Merak, Wajib Rapid Tes Antigen

Baca juga: Catat! Sebelum Masuk Kawasan Banten Lama, Wisatawan di Tes Swab Antigen

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi belum memberikan respons mengenai isu di atas.

Untuk diketahui, tes rapid antigen mandiri sejatinya penting.

Sebab, tes antigen secara mandiri merupakan upaya mandiri melacak penularan virus.
Dengan begitu upaya pengendalian virus bisa dilakukan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved