Breaking News:

Virus Corona di Banten

PPKM Mikro Tingkat RT/RW di Kabupaten Serang Diperketat, Warga Dilarang Gelar Resepsi Pernikahan

Pandji menerangkan masyarakat merupakan garis terdepan dalam menghadapi Covid-19. Sementara, tenaga medis maupun rumah sakit merupakan garis belakang

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Qodir
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
ZAKAT FITRAH - Amil zakat Musola Miftahul Jannah, Kp Pondok Cikurus Rt 09/02 Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, sedang melayani warga yang akan menunaikan zakat fitrah, Selasa (4/5/2021). Zakat fitrah dikeluarkan umat Islam setiap bulan ramadan, di musola nilai zakat yang dibayarkan bila dalam bentuk beras yakni sebanyak 2.5 kilogram/orang dan bila dalam bentuk uang nilainya sebesar Rp 35 ribu/orang. Kemudian zakat yang terkumpul akan dibagikan kepada para mustahik (orang yang berhak menerima zakat). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Kabupaten Serang memperketat penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga tingkat RT/RW seiring meningkatnya kasus Covid-19.

Pemkab Serang tidak melarang setiap kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa, seperti pesta atau resepsi pernikahan.

"Saya sudah sampaikan kepada para camat untuk memperkuat pertahanan di garis depan tentang bagaimana mengendalikan Covid-19 di lapangan agar tidak terjadi penyebaran secara meluas," ujar Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa saat ditemui di lingkungan Pemerintahan Daerah Kabupaten Serang, Rabu (30/6/2021).

Pandji menerangkan masyarakat merupakan garis terdepan dalam menghadapi Covid-19. Sementara, tenaga medis maupun rumah sakit merupakan garis belakangnya.

Oleh karena itu, pelaksanaan PPKM Mikro di tingkat RT/RW dinilai efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Baca juga: Pemkab Lebak Berencana Berlakukan Pembatasan Jam Malam

Baca juga: Masuk Zona Merah dan Kasus Covid-19 Anak Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka di Lebak Ditunda

"Jadi, kami terapkan PPKM Mikro. Ketika ada kasus Covid-19 di satu RT/RW dengan jumlah lima rumah itu langsung harus dilakukan lockdown pada lingkungan tersebut," tandasnya.

Selain itu, diharapkan lebih diaktifkan posko Covid-19 dengan kerja sama dengan Babinsa setempat untuk memaksimalkan PPKM Mikro.

"Agar tidak boleh ada yang masuk maupun keluar. Kemudian kegiatan-kegiatan kemasyarakatan seperti pesta perkawinan ditunda terlebih dahulu," katanya.

Baca juga: Tangsel Kembali Berstatus Zona Oranye Covid-19, Wali Kota Larang Resepsi Pernikahan

Baca juga: Berpotensi Klaster Baru, Kerumunan Resepsi Pernikahan di Rajeg Dibubarkan Polisi

D,an jika memungkinkan, lanjut Pandji, pelaksanaan salat Jumat di masjid yang berada di RW zona merah ditiadakan sementara.

"Agar terkendali tidak menyebar keluar dan tidak ada orang yang datang dengan membawa peluang, melokalisir. Hal ini terus dilakukan untuk memutus mata rantai Covid-19," ujarnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved