Breaking News:

Virus Corona

Cerita Tenaga Kesehatan RSUD Banten yang Menangani Pasien Covid-19, 9 Bulan Belum Terima Insentif

Tenaga kesehatan di RSUD Banten mengaku belum menerima insentif selama sembilan bulan.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Kompas.com/Kristianto Purnomo
Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bogor saat melakukan uji cepat (rapid test) massal Covid-19 dengan skema drive thru di GOR Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2020). Sebanyak 128 orang dalam pemantauan (ODP) mengikuti rapid test ini dari target 284 orang. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Tenaga kesehatan di RSUD Banten mengaku belum menerima insentif selama sembilan bulan.

"Kami merawat pasien Covid-19 mulai awal 2020. Awal tahun kemarin lancar, tapi dari Oktober 2020 sampai sekarang belum menerima insentif," ujar seorang tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya kepada TribunBanten.com, Kamis (1/7/2021) malam.

Menurut dia, tidak hanya dirinya, tetapi hampir seratusan tenaga kesehatan di RSUD Banten belum menerima insentif mulai Oktober 2020.

Bahkan, insentif sebelumnya dari Kementerian Kesehatan, besarannya tidak sesuai.

Baca juga: Covid-19 di Lebak Semakin Merebak, 95 Nakes Tertular dan 42 Puskesmas sempat Ditutup

Seharusnya, para perawat menerima insentif Rp 7,5 juta.

"Tapi faktanya kita enggak segitu, cuma separuhnya," katanya.

Dia menyebutkan, ada lebih dari 100 tenaga kesehatan yang mengurus pasien Covid-19 di RSUD Banten.

Jumlah itu terbagi zona merah, kuning, High Care Unit (HCU), dan Intensive Care Unit (ICU).

"Masing-masing jumlahnya ada 35 tenaga kesehatan, dikalikan empat. Belum Instalasi Gawat Darurat (IGD)," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved