Breaking News:

Virus Corona di Banten

Dampak PPKM Darurat Menurut Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso: Kehilangan Omzet Hingga 35 %

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat disinyalir akan berdampak pada penghasilan pedagang mie dan bakso.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Ilustrasi Pedagang mie dan bakso yang biasa keliling, mangkal atau berupa kedai pinggir jalan itu dilarang menyediakan tempat makan di tempat saat PPKM darurat 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat disinyalir akan berdampak pada penghasilan pedagang mie dan bakso.

Pemerintah pusat menerapkan PPKM Darurat mulai dari 3-20 Juli 2021.

Selama PPKM Darurat itu, para pedagang mie dan bakso yang biasa keliling, mangkal atau berupa kedai pinggir jalan dilarang menyediakan tempat makan di tempat.

Mie dan bakso hanya bisa dibeli bungkus (take away) atau antar (delivery).

Mereka sama seperti restoran, kafe, warung tenda dan pedagang kaki lima yang hanya bisa take away dan delivery.

Baca juga: Wabup Serang Pandji Tirtayasa Tegaskan PPKM Darurat Harus Diterapkan, Jangan Dianggap Main-main

Baca juga: Wahidin Halim Paparkan Situasi Terkini Kasus Covid-19 di Banten Jelang Pemberlakuan PPKM Darurat

Ketua Papmiso Tangsel, Sutrisno, mengatakan, para pedagang mi dan bakso hanya bisa pasrah, tidak mampu berbuat banyak pada pelaksanaan PPKM Darurat besok.

"Ya kalau kita mau berusaha jadi warga yang baik yang mengikuti aturan pemerintah. Kalau pemerintah mestinya harus begitu ya kita ngikut saja dah yang terbaik. Karena memang itu kejadianya banyak dimasyarakat juga, kan kita juga enggak bisa ngapa-ngapain," ujar Sutrisno melalui sambungan telepon, Jumat (2/7/2021).

Kebijakan pembatasan serupa sudah pernah dialami para pedagang mi dan bakso sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun lalu.

Berkaca dari tahun lalu yang mengalami penurunan omzet, Sutrisno memprediksi hal serupa akan terjadi pada era PPKM Darurat ini.

Baca juga: PPKM Darurat, Polres Lebak Siapkan Pos Penyekatan di Perbatasan Pandeglang

Baca juga: PPKM Darurat di Kota Serang, Wali Kota: Kami Tidak Terima Tamu dari Luar

"Ya turun Sekitar 35%. Kadang malah lebih," ujarnya.

Para pedagangpun tak bisa bersiasat. Mereka hanya bisa pasrah sambil berharap pandemi cepat berlalu.

"Mau disiati juga enggak bisa. Memang pembelinya, mau disiasati untungnya banyak umpamanya, pengen rasa yang dikurangi kan nanti pada kecewa, kesihan juga."

"Ya pasrah, berusaha, mudah-mudahan cepat selesai. Kita enggak bisa bantu apa-apa buat pemerintah," pungkas Sutrisno.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Terimbas PPKM Darurat, Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso di Tangsel Pasrah Omzet Turun 35%

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved