Breaking News:

Nasib Warga di Ujung Selatan Lebak, Berobat Lebih Dekat ke Sukabumi Ketimbang ke RSUD Ajidarmo

Warga yang berada di wilayah perbatasan Lebak harus melewati jarak tempuh menuju ke RSUD Adjidarmo Lebak jaraknya yang ditempuh sangatlah jauh.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Rapat Forkopimda Kabupaten Lebak membahas penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Lebak terus mengalami peningkatan setiap harinya.

Berdasarkan data yang diperoleh oleh Tribunbanten.com, angka terkonfirmasi positif di Lebak mencapai 4.631 kasus aktif.

Sementara itu, keadaan rumah sakit yang sudah tidak dapat tertampung kembali, mengakibatkan banyak pasien yang tak dapat ditangani.

Lalu bagaimana nasib pasien Covid-19 daerah perbatasan Ujung Selatan Lebak?

Kepala Desa Cibareno, Kecamatan Cilograng, Rustandi saat dihubungi menceritakan bahwa warganya yang terjangkit Covid-19 berbondong-bondong datang ke Sukabumi, Jawa Barat.

Hal tersebut lantaran di wilayah sana tidak ada rumah sakit sehingga warga terpaksa pergi ke daerah tetangga.

Baca juga: PPKM Darurat di Kota Serang Berlaku Mulai Besok, Bagaimana dengan Dana Bansos Untuk Warga?

Ia mengatakan jarak tempuh menuju ke RSUD Adjidarmo Lebak jaraknya yang ditempuh sangatlah jauh.

"Masyarakat di sini hampir secara keseluruhan karena kita ada di ujung biasanya kita memilih ke Sukabumi ketimbang ke RS Adjidarmo yang ada di Kota," katanya saat dihubungi, Jumat (2/7/2021).

Selain jarak yang lebih cepat ditempuh, fasilitas kesehatan yang ada disana lebih memadai dan lengkap ketimbang harus dibawa ke Kota.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved