Breaking News:

Virus Corona

PPKM Darurat, MUI Kota Serang Serukan Aktivitas Kerumunan Keagamaan Ditunda Demi Mencegah Covid-19

Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang mengajak masyarakat untuk beribadah di rumah masing-masing.

Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
Dok MUI
Logo halal MUI 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Mildaniati

TRIBUNBANTEN,KOTA SERANG - Pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang mengajak masyarakat untuk beribadah di rumah masing-masing.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, Amas Tajudin , mengatakan selama situasi darurat seperti pandemi Covid-19 tempat ibadah termasuk masjid disterilkan.

"Bahkan Masjidil Haram ditutup karena dalam keadaan darurat, kata dia, saat dihubungi oleh TribunBanten.com Minggu (4/7/2021).

Dia menjelaskan, upaya penutupan tempat ibadah itu mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali.

Setelah penerbitan Instruksi Menteri Dalam Negeri itu, kata dia, muncul pro dan kontra di masyarakat.

"Kalau ditutup total reaksi masyarakat pro kontra terutama masyarakat yang tidak percaya Covid," kata dia.

Baca juga: Wali Kota Serang: Salat Idul Adha Dilakukan di Rumah, Daging Qurban Akan Diantarkan ke Warga

Baca juga: Wilayah di Kota Serang yang Terkena Pemadaman Listrik Minggu Hari ini karena Pemeliharaan Jaringan

Bagi pihak MUI Kota Serang, dia menjelaskan, apapun yang dilakukan pemerintah sepanjang untuk kepentingan menjaga kesehatan, keselamatan bangsa dan negara tidak ada masalah.

Menurut dia, salat bisa saja dilakukan di rumah masing-masing selama situasi darurat.

Pelaksanaan ibadah salat di rumah, kata dia, dilakukan untuk menjaga supaya masyarakat tidak berkerumun.

Dia juga mengatakan jika berjamaah itu sama saja berkumpul lebih dari satu dua orang sekalipun di masjid mau melaksanakan salat.

"Aturan ini bersifat sementara, masyarakat harus dapat memaklumi dan memahami," tuturnya.

Penutupan tempat ibadah dalam situasi darurat, dia menilai, dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Itu yang harus dipahami. Ada persoalan orang memprovokasi seolah pemerintah tidak berpihak pada kepentingan umat islam ini yang keliru," kata dia.

Dia meminta pemerintah menindak tegas oknum-oknum yang melakukan provokasi.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved