Breaking News:

Virus Corona di Banten

Salat Idul Adha Berjamaah Ditiadakan Tahun Ini, Satgas Covid MUI Lebak: Kita Harus Berkorban Lagi

Pemerintah Kabupaten Lebak secara resmi meniadakan kegiatan peribadatan secara berjamaah selama dua pekan kedepan.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A
Kompas.com/Garry Lotulung
Ilustrasi salat berjemaah dengan protokol kesehatan - Umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha di Jalan Pramuka Raya, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2020). Umat Islam menggelar shalat Idul Adha secara berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak serta wajib mengenakan masker guna mencegah penyebaran Covid-19. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pemerintah Kabupaten Lebak secara resmi meniadakan kegiatan peribadatan secara berjamaah selama dua pekan kedepan.

Hal tersebut sebagai penerapan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pembatasan kegiatan masyarakat meliputi pelarangan peribadatan dan jam operasional buka tempat makan dan cafe di Kabupaten Lebak yang dibatasi hingga pukul 20.00 WIB agar tidak menimbulkan kerumunan masyarakat.

Ketua Satgas Covid-19 MUI Kabupaten Lebak, Nurul Huda Maarif mengatakan pelaksanaan sholat berjamaah di masjid-masjid yang ada di Lebak akan ditutup selama dua minggu kedepan.

Apalagi pelaksanaan salat Idul Adha nantinya akan ditiadakan oleh pemerintah setempat.

Baca juga: PPKM Darurat, MUI Kota Serang Serukan Aktivitas Kerumunan Keagamaan Ditunda Demi Mencegah Covid-19

"Apalagi salat Idul Adha tidak diadakan di semua mushola-mushola, oleh karena itu kita harus sekian kali berkorban untuk menjalankan ibadah secara massal," katanya saat dihubungi, Minggu (4/7/2021).

Masjid Agung Ar-Rahman di Lebak
Masjid Agung Ar-Rahman di Lebak (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Tak hanya itu untuk pemotongan hewan kurban nantinya tidak akan dilakukan di masjid dan disarankan kepada warga untuk melakukan pemotongan secaa mandiri.

Baca juga: Perubahan Jam Operasional Sebabkan Penumpukan Penumpang di Stasiun, Pengguna: Percuma PPKM Darurat

Pihaknya mengatakan hal tersebut sebagai tujuan dari ikhtiar panjang dalam rangka mengurangi penularan Covid-19.

Pihaknya pun berharap tidak ada penolakan dari masyarakat terkait adanya larangan tersebut.

"Kita berharap tidak ada penolakan atas kebijakan yang telah dibuat. Karena memang setiap ada pelarangan, sering kali diartikan yang berbeda oleh masyarakat.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved