Breaking News:

PPKM Darurat

40 Warga Tak Patuhi Aturan PPKM Darurat, Pemkot Serang Kumpulkan Uang Denda Rp 4,1 Juta

Mereka kedapatan tidak mematuhi aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan tidak melanggar protokol kesehatan.

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
Dok. Polres Serang Kota
ILUSTRASI - Polres Serang melakukan Operasi Bina Kusuma Maung 2021 di beberapa tempat hiburan malam (THM) hingga hotel di Kota Serang, Banten, Jumat (28/5/2021) malam hingga dni hari. Pasangan bukan suami istri ditemukan sedang ngamar di Hotel Bintang Semesta. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Sekitar 40 orang warga Kota Serang disidang di pos tindak pidana ringan (tipiring) di sisi Timur Alun-alun Kota Serang, jalan Raya Veteran No. 1 Serang, Rabu (7/7/2021).

Mereka kedapatan tidak mematuhi aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan tidak melanggar protokol kesehatan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Serang, Kusna Ramadani mengatakan ada sekitar 40 orang yang disidang dan dikenakan denda Rp 100-150 ribu.

Dari denda tersebut terkumpul Rp 4.150.000.

Baca juga: Pelanggar Prokes selama PPKM Darurat di Kota Serang Bakal Langsung Disidang di Tempat

"Nantinya uang tersebut disetorkan ke kas daerah,"ungkapnya kepada TribunBanten.com melalui pesat singkat.

Menurutnya, jika masyarakat Kota Serang sudah patuh, maka tidak diperlukan lagi hukuman tipiring.

"liat sikon saja kalo emang sudah banyak warga masyarakat yang menuruti protokol kesehatan ya ga mesti ada tipiring,"ujarnya.

Sebelumnya pada Senin malam (5/7/2021), Kapolda Banten, bersama Gubernur Wahidin Halim dan Kejati Banten mengadakan patroli bersama.

Baca juga: Pabrik Mainan di Kabupaten Serang Disidak Setelah Beredar Kabar Ratusan Karyawan Reaktif Covid-19

Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto menjelaskan jika pelanggar PPKM Darurat akan diberikan sanksi tipiring di hari ke empat pemberlakukan PPKM Darurat.

Bagi pelanggar akan dilakukan sidang di tempat, bekerjasama dengan pihak Kejaksaan Negeri maupun Pengadilan Negeri.

"Karena nanti sidangnya juga di tempat, jadi para pelanggar akan langsung diberikan hukuman oleh hakim, mungkin itu berbentuk denda atau yang lain," kata dia. 

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved