Breaking News:

Diduga Depresi Isolasi Mandiri, Pria di Tangerang Lukai Balita Usia 2 Tahun

Usai melakukan aksi tersebut, pelaku yang panik lalu melukai dirinya dengan pisau yang sama.

Ist
Ilustrasi kejahatan pada balita 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Warga di Perumahan Mustika Tigaraksa, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, digegerkan dengan aksi seorang pria berinsial RS pada Senin (5/7/2021) pukul 10.00 WIB.

RS secara tiba-tiba menggorok leher anak tetangganya yang berusia 2 tahun. 

Dari penyelidikan sementara, pelaku melakukan aksi itu lantaran depresi menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan positif Covid-19.

"Pelaku jalan-jalan keluar rumah. Saat melintasi rumah tetangganya tersebut dia melihat pisau dan mengambilnya. Nah disana kebetulan ada anak kecil lewat dan langsung disekap dan gorok bagian leher," ujar Kapolsek Tigaraksa, Kompol Rudi Supriadi, saat dihubungi, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Pasien Covid-19 Bunuh Diri Lompat dari Lantai 13 Rumah Sakit, Perawat Sempat Berusaha Menahan

Usai melakukan aksi tersebut, pelaku yang panik lalu melukai dirinya dengan pisau yang sama.

Tak selang beberapa lama, warga yang melihat kejadian itu berteriak dan meminta pertolongan warga lainnya.

Pelaku dan korban yang bersimbah darah langsung dibawa ke Rumah Sakit Tangerang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Korban dan pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit.

Korban saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang. Sementara pelaku ditahan di Polsek Tigaraksa.

Baca juga: Viral Bocah 5 Tahun Ditinggal Main HP, Tak Sengaja Asal Klik Pesan Olshop Hingga Rp 16 Juta

Baca juga: Diduga Tak Mampu Bayar Utang Rokok, Seorang Pemuda di Serang Gantung Diri

"Berdasarkan laporan dari keluarga, pelaku mengalami depresi berat lantaran harus menjalani isolasi mandiri. Setelah itu pelaku ingin melakukan perbuatan bunuh diri," tegasnya.

Rudi pun berencana untuk merujuk pelaku ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Namun, pihak rumah sakit jiwa yang berada di Tangerang Selatan tidak menerima pasien pada saat seperti ini.

Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 80 ayat 2 Undang-undang Nomor 34 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Pelaku terancam hukuman pidana lima tahun penjara.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved