Breaking News:

Korupsi Masker di Banten

Kuasa Hukum Siapkan 107 Bukti Praperadilan Penetapan Tersangka LS di Korupsi Pengadaan Masker

Dia pun meyakini bukti-bukti itu akan membantu meyakinkan majelis hakim untuk mengabulkan gugatan praperadilannya.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
LS, tersangka korupsi pengadaan masker yang merupakan pegawai PPK di Dinkes Provinsi Banten. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Banten Lia Susanti selaku tersangka korupsi pengadaan masker melalui kuasa hukumnya menyatakan memiliki 107 bukti dalam gugatan praperadilan ke Pengadilan Tipikor Serang.

Lia Susanti mempraperadilankan penetapannya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Banten.

Dia pun meyakini bukti-bukti itu akan membantu meyakinkan majelis hakim untuk mengabulkan gugatan praperadilannya.  

"Kami sudah siapkan bukti yang sempat kami sampaikan, bahwa kami ada 107 bukti," ujar kuasa hukum Lia Susanti, Basuki Utomo, di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (7/7/2021).

Basuki mengatakan bukti-bukti itu di antaranya menguatkan Lia Susanti selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PK) pengadaan masker Dinas Kesehatan Provinsi Banten melakukan tugasnya sesuai peraturan dan ketentuan pemerintah pusat terkait penanganan Covid-19.

Baca juga: Tersangka Korupsi Pengadaan Masker Gugat Kejati Banten ke Pengadilan

Baca juga: Kejati Banten Tahan 3 Tersangka Korupsi Pengadaan Masker, Diduga Mark Up Harga 3 Kali Lipat

"Selain itu juga ada bukti-bukti lain yang riil bahwa kegiatan yang dilakukan oleh pihak terkait, dalam hal ini Dinkes Provinsi Banten, sudah memenuhi prosedur, apalagi dalam kondisi covid-19," terangnya.

Adapun permohonan Lia Susanti dalam gugatan praperadilannya yakni meminta hakim memutuskan bahwa penyidikan dan penentapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejati Banten adalah tidak sah.

Alasannya karena tidak memenuhi persyaratan penetapan tersangka terhadap kliennya, di antaranya karena tidak cukup bukti. 

"Menurut kami (alat bukti) itu perlu kami ketahui. Tapi, lagi-lagi jawaban dari Kejaksaan Tinggi itu tidak ada jawaban. Selalu bilang itu rahasia negara," sambungnya.

Baca juga: Modus Korupsi Pejabat Dinkes Banten dan Swasta di Pengadaan Masker Hingga Negara Rugi Rp1,6 M

Baca juga: BREAKING NEWS: Gubernur Banten Pecat 20 Pejabat Dinkes yang Mengundurkan Diri

Kuasa hukum Lia Susanti, Basuki Utomo, di PN Tipikor Serang, Rabu (7/7/2021).
Kuasa hukum Lia Susanti, Basuki Utomo, di PN Tipikor Serang, Rabu (7/7/2021). (TribunBanten.com/Ahmad Tajudin)
Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved