Breaking News:

Virus Corona di Banten

Meledak Amarah Walkot Tangsel Saat Lihat Pelanggaran Prokes: "Berapa Lagi yang Harus Saya Makamkan?"

Sejumlah warga Tangerang Selatan masih melanggar dan mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Editor: Glery Lazuardi
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, mengutarakan kekhawatirannya lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sejumlah warga Tangerang Selatan masih melanggar dan mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, melihat warga melakukan pelanggaran prokes saat menggelar razia di sejumlah titik di Kecamatan Ciputat, pada Senin (5/7/2021) malam.

Pada saat melakukan inspeksi mendadak, mantan wakil wali Kota Tangerang Selatan dua periode itu melihat puluhan pengendara kendaraan bermotor dan pejalan kaki kedapatan tidak memakai masker.

Lalu, Benyamin Davnie meminta mereka berbaris. Setelah itu, dia marah-marah kepada para pelanggar prokes tersebut.

Dia mengingatkan warga mengenai potensi penyebaran Covid-19 di wilayah Tangerang Selatan.

"Sekarang namanya virus delta, per jam bisa meninggal Pak. Jadi berapa lagi yang harus saya makamkan Pak cuma gara-gara abai protokol kesehatan," kata Benyamin, saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Kantor Pemkot Tangsel Lockdown, Benyamin Davnie dan Wakilnya Tak Ngantor Sampai Pertengahan Juli

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Tangsel Mulai Juli 2021, Benyamin Davnie: Kantin Sekolah Dilarang Buka

Orang nomor satu di Tangsel itu juga mengingatkan, saat ini kondisi rumah sakit penuh.

Akan sulit jika kelak warga yang tidak memakai masker terpapar Covid-19.

"BOR (Bed Occupancy Rate) sudah penuh di rumah sakit. Makanya kami minta kesadaran bapak ibu, pakai maskernya," kata dia.

Benyamin bahkan mengungkapkan data angka kematian akibat Covid-19 yang meroket sangat tinggi pada Juli 2021.

"Empat hari ini sudah 164 yang kami makamkan karena Covid-19 Pak. Cuma karena mereka kebanyalan enggak pakai masker. Sekarang bagaimana caranya kita pakai masker setiap hari deh Pak," ujarnya.

Usai diedukasi, warga diberi masker dan dibiarkan melanjutkan perjalanan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved