Breaking News:

Virus Corona di Banten

Dinsos Lebak Berikan Rp 5 Juta ke Ahli Waris Pasien Covid-19 yang Meninggal, Khusus Warga tak Mampu

Penyaluran bantuan itu sebagai langkah percepatan penanganan pada masa penerapan pemberlakuan pembatasan masyarakat

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Pihak pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo, Lebak mendirikan tenda darurat di samping rumah sakit. 

Pemkab Lebak melakukan pengetatan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat untuk mencegah meluasnya Covid-19.

Pengetatan itu dengan menerapkan semi lockdown titik Covid-19, yakni dengan memberi tanda khusus berupa bendera di rumah warga yang terpapar Covid-19.

"Sehingga warga tidak dapat keluar dan masuk daerah tersebut," ujar Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi, saat dihubungi, Rabu (7/7/2021).

Menurut Ade, bendera di rumah warga yang terpapar Covid-19 itu hanya bersifat penanda sementara.

Baca juga: Cerita Tukang Bubur Bayar Denda Rp 5 Juta Setelah Kedapatan Melayani Pembeli Makan di Tempat

Ia membantah kebijakan itu bagian diskriminasi terhadap warga yang terpapar atau pasien Covid-19.

Namun, kebijakan itu justru membantu membantu menekan penyebaran Covid-19.

"Jadi, masyarakat bisa saling membatasi interaksi hingga mereka yang terpapar bisa kembali pulih," tegasnya.

Ia menambahkan, untuk rencana pembagian bantuan sosial kepada warga yang terpapar Covid-19 atau menjalani isolasi mandiri akan dilakukan secara bertahap.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved