Breaking News:

Kadinkes Minta Manajemen RSUD Banten Kebut Verifikasi Pencairan Insentif Tenaga Kesehatan

Saat ini manajemen RSUD Banten telah menyerahkan pemberkasan administrasi selama April.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, di lokasi vaksinasi Covid-19 Kejaksaan Tinggi Banten, Kota Serang, Kamis (8/7/2021). 

Ati mengaku akan mendorong terus pencairan insentif bagi para tenaga kesehatan.

"Kami Dinkes hanya mencairkan, menunggu semua pengajuan berkasnya dari mereka," ucap Ati.

Insentif Selama 9 Bulan

Ratusan tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Banten belum menerima insentif selama sembilan bulan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, Ati Pramudji Hastuti menjelaskan anggaran insentif untuk nakes tahun 2020 diperoleh dari pemerintah pusat melalui biaya operasional kesehatan (BOK).

Dinkes dan Labotatorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Banten Tahun 2020 mendapatkan anggaran sekitar Rp 13 miliar.

Baca juga: Insentif Nakes di Banten Belum Dibayar Selama 9 Bulan, Ini Hasil Temuan Ombudsman

"Anggaran itu adalah sampai akhir 2020. Namun, ternyata tidak cukup, jadi hanya untuk tiga bulan. Tiga bulan lainnya tentu belum terbayarkan," ujar Ati.

Adapun insentif untuk tiga bulan yang belum terbayarkan masuk ke dalam anggaran tahun 2021.

Sebab, anggaran yang semula dari pusat, pada tahun 2020 disalurkan melalui dana BOK.

Pada tahun 2021 dianggarkan melalui dana alokasi umum (DAU).

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved