Breaking News:

PPKM Darurat

Hukum Salat Jumat Diganti Dzuhur di Daerah Rawan Covid-19, Ini Penjelasan Kepala Kemenag Tangsel

Tempat ibadah ditutup selama penerapan PPKM Darurat. Upaya itu dilakukan untuk mencegah kerumunan yang dapat mengakibatkan penyebaran Covid-19.

Editor: Glery Lazuardi
Tribun Cirebon
Ilustrasi PPKM Darurat 

"Dalam ajaran Islam bahwa kita diperbolehkan salat di rumah bahkan tidak melaksanakan salat Jumat yang hukumnya wajib sekalipun, manakala wabah atau virus sudah sangat menggila dengan tingkat penyebaran yang sangat tinggi," ujar Rojak.

"Salat di rumah terutama wilayah zona merah adalah biasa," tambahnya.

Baca juga: CATAT! Vaksinasi Massal di Kota Tangerang Selatan pada 29 Juni, Berikut Cara dan Syarat Pendaftaran

Baca juga: Surat Edaran PPKM di Tangerang Selatan: Mal dan Kafe Tutup Jam 8 Malam

Rojak juga menyampaikan sabda Nabi Muhammad SAW tentang pahala beribadah di rumah pada kondisi wabah atau dalam hal ini pandemi Covid-19.

"Baginda nabi besar Muhammad SAW bersabda, barang siapa yang sakit atau sedang dalam perjalanan maka ia mendapatkan pahala yang ia dapatkan seperti orang yang melaksanakan ibadah dalam keadaan normal."

"Hadis ini menunjukkan bahwa ketika kita beribadah di rumah karena situasi pandemi Covid-19 ini, tapi nilai pahala yang kita dapatkan tak sedikitpun berkurang," papar Rojak.

Seperti diketahui, PPKM Darurat wilayah Jawa-Bali dilaksanakan pada 3-20 Juli 2021.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Salat Jumat Ditadakan Saat PPKM Darurat, Kepala Kemenag Tangsel Jelaskan Pahala Ibadah di Rumah

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved