Breaking News:

Virus Corona di Banten

Kajati-Polda Banten Selidiki Penyebab Harga Obat-obatan Pasien Covid-19 Naik Sampai 400 Persen

Lonjakan harga dan kelangkaan obat-obatan terjadi pada beberapa jenis obat, terutama obat-obatan untuk menangani pasien Covid-19.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
TRIBUNBANTEN/MILDANIATI
Ilustrasi pelayanan penjualan obat di toko obat di Kota Serang 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kejaksaan Tinggi Banten bersama Polda Banten bekerja sama menyelidiki penyebab terjadinya lonjakan harga obat-obatan untuk pasien Covid-19 hingga 400 persen.

Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Asep Nana Mulyana telah memerintahkan seluruh kejaksaan negeri di Banten untuk melakukan pengecekkan terhadap masalah ketersediaan dan lonjakan harga obat ini.

"Kami temukan ada beberapa varian peningkatan lonjakan harga yang luar biasa, bahkan sampai dengan 400 persen di toko obat atau apotek obat," kata Asep usai sidak di PT Polyplex Film Indonesia, Kawasan Industri Modern Cikande, Jumat (9/7/2021).

Asep menatakan penjualan obat-obatan harus mengikuti patokan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditentukan.

Namun, hasil pengecekkan di lapangan ditemukan sejumlah toko obat maupun apotek menjual harga obat-obatan pendukung untuk pasien Covid-19 mengalami kenaikan 400 sampai 500 persen.

Baca juga: Luhut Peringatkan Oknum yang Menjual Obat Covid-19 dengan Harga Tinggi Akan Diberi Sanksi Tegas

Baca juga: Jangan Panik! Pemprov Banten Pastikan Layanan Kesehatan & Obat untuk Pasien Covid-19 yang Isoman

Lonjakan harga dan kelangkaan obat-obatan terjadi pada beberapa jenis obat, terutama obat-obatan untuk menangani pasien Covid-19.

"Seperti obat anti virus, dan beberapa jenis obat yang saat ini sedang dicari masyarakat," terangnya.

Atas temuan itu, Kejati Banten dan Polda Banten akan melakukan penyelidikan.

Baca juga: PPKM Darurat, Pendaftaran untuk Akad Nikah 3 Sampai 20 Juli Ditiadakan

Baca juga: Kimia Farma Berikan Obat dan Vitamin Gratis untuk Pasien Covid-19 yang Isoman, Ini Daftar Kontaknya

Dari hasil penyelidikan itu akan menentukan langkah persuasif maupun penindakan ke pelaku dugaan pidana.

"Akan kami dalami apakah lonjakan harga itu karena memang permintaan yang banyak, atau memang karena hal-hal lain," ujarnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya bersama polda dan kepolisian wilayah masih pelakukan pendalaman dengan meneliti lebih jauh. 

Baca juga: Kadinkes Jelaskan Ketersedian Obat Cacing Ivermectin untuk Covid-19 di Kabupaten Serang

Pihaknya tentu akan memberikan sanksi bagi para pelaku jika ditemukan tindak pidana.

"Sanksi nanti, kami akan rumuskan apa penyebabnya dulu," ujarnya 

"Nanti kita akan lakukan tindakan terhadap mereka yang melakukan dengan sengaja, melakukan pelanggaran dengan mengambil keuntungan dalam situasi darurat seperti ini," sambungnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved