Breaking News:

Update Kasus Rudapaksa 3 Siswi SD-SMP di Pandeglang, Polisi Ungkap Modus Pelaku Rayu Korban

Diceritakan, pelaku AL kali pertama bertemu dengan korban di sebuah wisata pemandian di Pandeglang pada Juni 2021.

News Law
Ilustrasi pelecehan seksual anak di bawah umur 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Polres Pandeglang telah mengamankan dua dari tiga pelaku kasus pencabulan tiga siswi SD-SMP di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Fajar Mauludi mengatakan sebelum pelaku melakukan pencabulan, satu dari tiga pelaku melancarkan modus rayuan ke salah satu korban melalui media sosial.

Kedua orang pelaku yang diamankan berusia 18 tahun dan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Diceritakan, pelaku AL kali pertama bertemu dengan korban di sebuah wisata pemandian di Pandeglang pada Juni 2021.

"Jadi, mereka ketemu di salah satu tempat wisata, mulai berkenalan dan bertukar nomor HP dengan korban, hingga akhirnya korban pun diajak untuk melakukan persetubuhan," ujarnya saat dihubungi, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Tiga Siswi SD-SMP di Pandeglang Disekap dan Dirudapaksa di Bawah Ancaman Pisau

Baca juga: Dua Pelaku Rudupaksa Siswi SD-SMP di Pandeglang Berhasil Ditangkap, Satu Orang Buron

Setelah itu, pelaku dan korban melakukan chatting dengan intens hingga akhirnya mengajak untuk bertemu bermodus makan bersama atau babacakan.

Akhirnya, salah satu korban pun mau untuk bertemu dan mengajak dua orang saudaranya untuk menemani bertemu dengan pelaku.

Setelah itu pelaku menjemput korban di rumahnya.

Saat itu, korban mengajak dua saudara putrinya hingga akhirnya ketiganya diajak ke rumah teman dari pelaku AP untuk makan bersama.

Baca juga: Modus Pura-pura Tanya Alamat, Pria Ini Rudapaksa 5 Bocah, Putri Anggota Polisi Nyaris Jadi Korban

"Korban pun diajak untuk melakukan hubungan badan, sempat di olak lantaran para korban takut. Akan tetapi akibat bujuk rayu yang dilakukan oleh para pelaku, korban pun akhirnya mau melakukan persetubuhan tersebut," terangnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 81 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dan terancam pidana 15 tahun penjara.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved