Breaking News:

Virus Corona di Banten

Cerita Pemandi Jenazah Asal Tangerang, Selalu Pakai APD Saat Bertugas

Fahimatun sudah melakoni tugas sebagai pemandi jenazah selama kurang lebih 15 tahun lamanya.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Fahimatun Syamsudin, Pemandi jenazah asal Kota Tangerang 

"Tetapi akhirnya saya berinisiatif sendiri dengan menggunakan dobel masker, dobel handscoon, face shield dan tetap memakai APD," ucapnya.

Tentunya ini sangat berbeda sekali saat dirinya bertugas sebelum adanya pandemi Covid-19 yang hanya menggunakan sarung tangan saja.

Fahimatun mengungkapkan kebanyakan dari mereka selalu mengatakan meninggal karena penyakit di lambungnya.

"Selama ini saya belum pernah menangani pasien jenazah positif Covid-19 karena kebanyakan bilangnya penyakit di lambung seperti maag gitu," ungkapnya.

Kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang mengganas, lantaran dalam sehari ada sembilan jenazah pasien Covid-19 dimakamkan di Tempat pemakaman umum (TPU) khusus Covid-19 di Desa Buniayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Kamis
Kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang mengganas, lantaran dalam sehari ada sembilan jenazah pasien Covid-19 dimakamkan di Tempat pemakaman umum (TPU) khusus Covid-19 di Desa Buniayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Kamis (Wartakotalive.com/Andika Panduwinata)

Fahimatun bertugas tidak sendirian tetapi ada yang membantunya setiap kali memandikan jenazah.

"Entah terkena darimananya saya ga tau teman saya itu sekarang isolasi mandiri dan bergejala," ujarnya.

Fahimatun terakhir memandikan jenazah dua hari lalu, tepatnya Jumat (9/7/2021) yang masih satu kelurahan dengannya.

"Awalnya keluarganya bilang negatif, tetapi ada tes PCR gratis dari kelurahan dan hasilnya positif," keluh Fahimatun.

Rata-rata Fahimatun selama pandemi ini mengetahui jenazah yang dimandikannya positif Covid-19 setelah selesai bertugas.

Baca juga: Viral Kisah Pilu Pengantin Akad Nikah di Depan Jenazah Ibu : Semuanya Masih Seperti Mimpi Ma

"Biasanya ada saja yang menyampaikan ke saya entah itu tetangganya atau siapa lah gitu dan selalu setelah seusai bertugas," ujarnya.

Menurutnya jenazah yang terpapar Covid-19 bisa dimandikan dengan cara tayamum.

"Ketika kita melaksanakannya dengan tayamum itu juga satu kesempurnaan untuk mengusahakan secara Islam," jelasnya.

Meski menjalankan tugas dengan bertaruh nyawa, Fahimatun menolak menganggap hal seperti itu.

Menurutnya secara manusiawi dirinya was-was dan juga ada rasa dilemanya.

"Satu sisi kita menjalankan tugas tetapi di sisi lain saya harus menjaga kesehatan juga," ucapnya.

Dirinya selalu meningkatkan kewaspadaan selama dirinya memandikan jenazah selama pandemi Covid-19 ini.

Fahimatun mengaku tidak pernah menolak tugasnya jika ada yang meminta keluarga yang berdukan meminta bantuannya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved