Breaking News:

Perjuangan Warga di Kabupaten Serang Jualan Batu Bata demi Bertahan Hidup, Ini Kisahnya

Yerdi, warga Kabupaten Serang, menceritakan pengalaman bertahan hidup dari menjual batu bata.

Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MILDANIATI
Yardi menunjukan proses pembuatan bata pres yang biasa dia buat setiap harinya. 

Setiap 1 jam dia bisa membuat 1000 bata. Bahan baku batu bata dari tanah liat.

Dia biasa membeli bahan baku tanah liat dari penyalur.

Dia memproduksi batu bata selama dua minggu. Selama produksi, dia memerlukan tanah lihat yang ditampung di satu truk yang dijual seharga Rp 250.000

Baca juga: Ini Akhir dari Kisah Pria Nalak Istri Setelah Ijab Qabul, Putuskan Berdamai dan Hidup Bersama

Di kesempatan itu, dia memperlihatkan cara membuat batu bata.

Pertama hidupkan mesin pres, setelah itu tanah liat kering diberi tetesan air tawar di sekelilingnya tanpa menggunakan campuran lain, tidak lupa tanah diaduk menggunakan pacul.

Kemudian dimasukan sedikit demi sedikit adonan tanah liat ke dalam wadah mesin pres penggiling bata.

Saat itu pula, msin mengeluarkan hasil gilingannya berbentuk persegi panjang padat dan siap di potong menggunakan pemotong di ujung mesinnya.

Setiap sekali potongan menghasilkan 3 bata mentah berwarna coklat pekat.

Proses selanjutnya, bata tidak bisa langsung dibakar, Yardi menyusun bata terlebih dahulu untuk dijemur sekitar setengah bulan.

"Proses penjemuran lumayan lama, karena ini posisi penjemurannya di bawah jadi kurang terlalu kena sinar matahari," kata dia.

Setelah proses penjemuran bata dibakar menggunakan kayu bakar selama dua hari, kata dia.

"Beli kayu bakar biasanya setok 1 mobil, selebihnya nhari sendiri kayu bakarnya,"tambahnya.

Yardi menceritakan jika bata buatannya dibuat berukuran 4 cm. Dia tidak menerima pembelian puluhan, melainkan ribuan. Setiap menjual minimal 1000 bata harganya Rp 270.000

"Harga engga nentu, kadang naik kadang turun menyesuaikan dengan harga pasar aja,"ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved