Breaking News:

PPKM Darurat

Viral Video Warga Protes Aturan Lock Down Lokal di Perkampungan di Cilegon,Ini Kronologinya

Baru-baru ini viral videoseorang warga yang memprotes penyekatan yang dilakukan di tingkat RW di wilayah Kota Cilegon, Banten

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Lokasi kejadian perkara saat sore hari belum ditutup portal karena belum waktunya, Senin (12/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Baru-baru ini viral videoseorang warga yang memprotes penyekatan yang dilakukan di tingkat RW di wilayah Kota Cilegon, Banten.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Teuku Umar, Lingkungan Kalang Anyar RT 05/01, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Cilegon.

Dalam video yang beredar ada seorang warga yang melakukan protes soal penerapan penyekatan di lingkungan mereka saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Orang tersebut juga mengaku sebagai abdi negara.

Warga sekitar, Masuri mengatakan kejadian tersebut pada Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 21.30 WIB.

"Sebenarnya yang bersangkutan diperbolehkan untuk lewat karena memang tinggal di lingkungan sini," katanya kepada TribunBanten.com saat ditemui di lokasi, Senin (12/7/2021).

Masuri menuturkan dirinya saat kejadian ada di lokasi.

Baca juga: Viral Video Satpol PP Memaksa Tukang Tambal Ban Tutup Selama PPKM Darurat : Online Gimana Pak?

Dirinya menceritakan jika yang bersangkutan memprotes adanya portal penyekatan yang dilakukan oleh warga.

"Dia menanyakan ini disuruh siapa dan SOP-nya bagaimana, nah saat menanyakan SOP ini baru saya balikin dengan bilang ke dia tanya ke pihak kelurahan," tuturnya.

Lebih lanjut, Masuri menjelaskan jika penyekatan di lingkungannya ini merupakan respon dari program pemerintah pusat, yakni PPKM darurat.

"Jadi setiap pukul 20.00 sampai pukul 00.00 ada penyekatan di sini, tetapi tentu saja jika warga sini diperbolehkan masuk jika datang pada waktu tersebut," tambahnya.

Masuri menerangkan jika yang bersangkutan memang bukan kali ini saja memprotes setiap kebijakan tingkat RW.

"Sebelumnya juga pernah protes juga sampai ngomong dirinya kebal hukum," ucap Masuri.

Baca juga: Bikin Jalan Becek dan Berkerumun di Warkop, Tujuh Supir Truk Diamankan ke Kantor Dishub Cilegon

Tetapi saat ini permasalahan itu sudah selesai dan tidak berbuntut panjang sampai ke meja hukum.

Pria 45 tahun ini juga mengungkapkan saat kejadian tersebut hanya sebatas adu mulut saja tidak sampai main fisik.

"Permasalahannya diselesaikan secara kekeluargaan yang bersangkutan juga kalau lewat sini sudah biasa saja," tandasnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved