Breaking News:

Virus Corona

Kemenkes Sebut Pelaksanaan Vaksinasi Berbayar Tetap Lanjut, Petunjuk Teknisnya Sudah Disiapkan

Kementerian Kesehatan tetap akan melanjutkan pelaksanaan vaksinasi individu atau berbayar. Penundaan kemarin dilakukan untuk menyusun petunjuk teknis.

ENDRIK SCHMIDT / DPA-ZENTRALBILD / DPA PICTURE-ALLIANCE MELALUI AFP
Ilustrasi vaksin Covid-19 AstraZeneca 

TRIBUNBANTEN.COM - Sempat ditunda, Kementerian Kesehatan  tetap akan melanjutkan pelaksanaan vaksinasi individu atau berbayar.

Adapun penundaan kemarin dilakukan untuk menyusun petunjuk teknis yang mengatur lebih detail mengenai program vaksinasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19  Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/7/2021).

Katanya, saat ini Kementerian BUMN dan PT Bio Farma Persero sedang bersama-sama menyiapkan petunjuk teknis program vaksinasi berbayar.

Baca juga: Sembilan Pasien Covid-19 di RSDP Meninggal Dunia, Humas: Sebagian Besar Belum Mengikuti Vaksinasi

"Kita harapkan dapat segera mungkin kita finalisasi fasilitas pelayanan kesehatan yang telah melaksanakan vaksinasi gotong royong individu," ujar Siti Nadia.

Ia mengatakan, dalam petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi gotong royong individu, PT Bio Farma ditunjuk oleh pemerintah untuk menyalurkan vaksin Covid-19 berbayar.

Kemudian, kata Siti Nadia, pihaknya juga sudah meminta dinas kesehatan kabupaten dan kota untuk menunggu petunjuk teknis yang akan segera ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Jadi kami minta mereka menunggu, sebelum diberikan user ID pada fasilitas pelayanan kesehatan yang akan melayani vaksinasi gotong royong individu," jelas perempuan berhijab ini.

Diharapkan melalui petunjuk teknis yang sedang digodok ini, pelaksanaan vaksinasi gotong royong individu dapat berjalan lebih efektif efisien dan akuntabel.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Berbayar Memunculkan Pro Kontra, Stafsus Menteri BUMN: Banyak Orang yang Minta

"Pelaksanaannya vaksinasi gotong royong ini tidak akan mengganggu vaksinasi program pemerintah. Mulai dari jenis vaksin, fasilitas kesehatan, serta tenaga kesehatannya akan berbeda," jelas Siti Nadia.

Siti Nadia menjelaskan, keputusan vaksinasi gotong royong individu dilandasi adanya banyak masukan dari masyarakat dalam rangka untuk mempercepat vaksinasi yang ada saat ini.

"Kita tahu bahwa semakin banyak orang yang mendapatkan vaksinasi dan semakin cepat pelaksanaa vaksinasi itu maka laju penularan akan juga bisa kita kendalikan," ungkap Nadia.

Lebih jauh ia mengatakan, program vaksinasi gotong-royong individu sifatnya tidak wajib.

Program ini juga tidak menghilangkan hak masyarakat untuk memperoleh vaksin gratis melalui program vaksinasi pemerintah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved