Breaking News:

Pembunuh Nomor 1 di Indonesia, Kini Ada 'Senjata' untuk Hadapi Penyakit Ini, Sudah Disahkan BPOM

Penyakit kanker menjadi menjadi penyebab nomor satu kematian di negara-negara maju termasuk Indonesia menggeser penyakit jantung.

Editor: Glery Lazuardi
Istimewa via Tribun Pontianak
Ilustrasi kanker 

"Kami bekerja untuk mencegah kanker di mana kami bisa memberikan jalan kepada pasien untuk melakukan perawatan terhadap kanker agar kualitas hidup pasien menjadi lebih baik," kata dia.

Sampai saat ini, tidak banyak orang yang familiar dan mengenal dengan kanker kepala dan leher.

Tumor ganas ini, dia melanjutkan, berkembang di dalam atau sekitar tenggorokan, laring (kotak suara), serta hidung, amandel, sinus dan mulut.

Pada penyakit ini, sel kanker akan bermula pada sinus paranasal dan rongga hidung dan mulut. Juga kelenjar ludah, pangkal tenggorokan, serta rongga di belakang hidung dan mulut yang menghubungkan keduanya ke kerongkongan.

Untuk itu, dia mengingatkan pentingnya mewaspadai kanker kepala dan leher.
Hal ini, karena banyak pasien memang yang tidak menyadari ketika dirinya menderita penyakit tersebut.

"Tidak ada asap kalau tidak ada api. Kalau ada perubahan biologis pasti ada gejala yang muncul. Misal keluhan penurunan berat badan drastis tidak disadari, kurang nafsu makan hingga ada mimisan, itu salah satu gejala," ujarnya.

Baca juga: Hendak Berobat Kanker ke Jakarta, Penumpang Meninggal di Atas Kapal Menuju merak

Baca juga: Berbagai Manfaat Buah Semangka Bagi Tubuh, Penuhi Cairan Tubuh hingga Cegah Kanker

Dia meminta untuk mewaspadai adanya mimisan.

Nasofaring dan orofaring mimisan atau hidung terasa penuh, keluhan sulit bernafas, hingga tidur mengorok.

Ciri kanker leher bisa muncul ke lidah, misal rongga mulut ada luka yang sukar sembuh atau sariawan di lidah misalnya.

Gejala lain, misalnya ditemukan benjolan atau karena merasakan telinga dan hidung seperti penuh. Ternyata setelah ditelusuri dari keluhan pasien tersebut ditemukan semacam benjolan.

“Tercium bau busuk dari mulut dan hidung harus dikaitkan gejala lain. Sakit kepala terus, hidung terasa penuh ada bengkak di pipi misal di daerah sinus hingga wajah asimetrik,” paparnya.

Ia menuturkan kebanyakan pasien kanker leher dan kepala diketahui ketika sudah dalam kondisi stadium lanjut, yakni stadium IIIB dan IV.

"Kebanyakan orang kita itu datang ketika dengan keluhan baru kontrol. Sehingga diketahui setelah stadium lanjut" ungkapnya.

Perlu diwaspadai bahwa kanker kepala dan leher banyak terdiagnosa pada usia diatas 50 tahun dimana risiko hingga dua kali lipat terjadi kepada pria.

“Masih ada hubungan dengan merokok, laki-laki karena faktor mayoritas risiko rokok tembakau. Bisa 4 hingga 10 kali lipat risiko muncul. Lainnya risiko alkohol, infeksi karena penyakit menular dan virus HPV,” jelas dr. Andhika.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved