Breaking News:

Virus Corona di Banten

Kabupaten Lebak Keluar Dari Zona Merah Penyebaran Covid, Angka Kesembuhan Mencapai 84,41 Persen

Kabupaten Lebak kini sudah keluar dari zona merah penyebaran Covid-19, Rabu (14/7/2021).

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Lebak menjatuhkan denda Rp 50.000 kepada seorang pemuda yang kedapatan tidak menggunakan masker saat berkendara di Jalan Raya Perempatan Sumur Buang-Cibadak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (14/7/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kabupaten Lebak kini sudah keluar dari zona merah penyebaran Covid-19, Rabu (14/7/2021).

Berdasarkan data yang diperoleh oleh TribunBanten.com angka terkonfirmasi positif di Kabupaten Lebak mencapai 5.913 kasus.

Dari jumlah kasus tersebut, Kabupaten Lebak juga diimbangi dengan angka kesembuhan yang mencapai 84,41 persen atau meningkat setiap harinya menjadi 4.991 orang.

Sementara yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 813 orang atau 13,75 persen dan yang meninggal 109 orang.

Anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Lebak, Dancep mengatakan pihaknya tetap akan mengawasi pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang berlaku sejak tanggal 3-20 Juli mendatang.

Apalagi, menurutnya kepatuhan masyarakat saat ini dengan mentaati protokol kesehatan harus diacungkan jempol.

Baca juga: Kakek Penjual Mainan Sedih Dagangannya Tak Laku Saat PPKM Darurat, Terkejut Saat Diborong Polisi

"Alhamdulillah kini kita sudah berada di zona oranye, akan tetapi tetap saja, penegakan hukum akan terus kita pantau terus untuk menekan angka penularan lebih besar lagi," katanya saat ditemui di Rangkasbitung.

Menurutnya, faktor utama Kabupaten Lebak keluar dari zona oranye dikarenakan penurunan kasus per harinya.

Selain itu juga, pemberlakuan jam malam selama PPKM Darurat yang jauh lebih ketat di Lebak membuat kepatuhan mulai berangsur membaik.

"Salah satunya adalah terkendalinya mobilitas masyarakat, yang mana diatas pukul 20.00 WIB, masyarakat sudah dilarang untuk keluar rumah tanpa tujuan penting," jelasnya.

Dirinya juga akan mulai memberlakukan penerapan prokes jauh lebih ketat bahkan dari pagi hingga Malam hari.

Bahkan pihaknya juga akan mulai memberikan sanksi tegas berupa denda bagi warga secara per orangan yang didapati melanggar prokes.

Baca juga: PPKM Darurat Jawa-Bali Berlaku Hingga 20 Juli, Benarkah Diperpanjang? Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Sanksi tersebut berupa denda maksimal sebesar Rp100.000 bagi perorang yang tidak menggunakan masker, dan Rp. 25.000.000 bagi pelaku usaha yang tidak mengindahkan ketentuan PPKM Darurat.

"Untuk masyarakat kami imbau agar selalu menerapkan prokes dalam setiap aktivitas sehari-harinya. Karena prokes itu sendiri untuk melindungi diri dari paparan Covid-19," tuturnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved