Breaking News:

Berita Viral

Kakek Penjual Mainan Sedih Dagangannya Tak Laku Saat PPKM Darurat, Terkejut Saat Diborong Polisi

Saat dihampiri, Kasmadi terkejut ketika dirinya dberi uang tunai Rp 5 juta oleh Aipda Purnomo.

Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
Capture YouTube Purnomo Belajar Baik
Viral video polisi membantu kakek penjual mainan anak-anak yang sedan menangis di pinggir jala 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat sejumlah pedagang kecil menjerit.

Tak terkecuali seorang kakek penjual mainan asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur bernama Kasmadi ini.

Meski telah menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki, dagangannya tak laku.

Hal ini dikarenakan sekolah diliburkan sehingga tak ada anak-anak yang membeli daganannya.

Namun, di tengah kesusahannya itu, ia dihampiri oleh anggota polisi bernama Aipda Purnomo.

Saat dihampiri, Kasmadi terkejut ketika dirinya dberi uang tunai Rp 5 juta oleh Aipda Purnomo.

Momen itu terlihat dalam video yang diunggah di channel YouTube Aipda Purnomo, Purnomo Belajar Baik pada Senin (12/7/2021).

Baca juga: Viral Video Cerita Warga Karawang Alami Kejanggalan Saat Divaksin, Ini Klarifikasi Petugas Puskesmas

Aipda Purnomo mengaku uang yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan Kasmadi selama PPKM Darurat yang dagangannya tak laku.

"Awalnya enggak sengaja ketika pulang dari Polres Lamongan kami melihat seorang kakek yang sudah umur berjalan kaki dengan memikul jualan mainan dipinggir jalan raya," kata Purnomo dalam videonya.

Ia kemudian menghampiri Kasmadi dan diketahui kalau ia merupakan warga Desa Datinawong Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan.

Kasmadi bercerita bahwa dia biasa berjualan di sekitar kota. Namun, karena PPKM darurat, aktifitas jadi terbatas. Banyak toko hingga sekolah tutup.

"Di saat pandemi, mengais rejeki sangat sulit katanya kepada saya. Namun Pak Kasmadi pantang menyerah meski kadang jualan mainannya jarang terbeli, karena banyak anak sekolah yang sedang libur," kata Aipda Purnomo.

Kasmadi jadi berjualan dengan berkeliling di pinggir jalan raya. Tak jarang jika kelelahan, Kasmadi duduk di emperan toko untuk istirahat.

"Namun Pak Kasmadi tetep bersabar, meskipun sekarang rute jalan kakinya semakin jauh ditambah penglihatannya Pak Kasmadi agak berkurang dan rabun, mata sebelah kanan kurang terang karena sakit," kata Purnomo.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved