Breaking News:

Risma Tegur ASN yang Tak Serius Bertugas Tangani Covid-19, Kemensos: Untuk Tingkatkan Empati Pegawai

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjadi trending topic di twitter setelah menegur para ASN yang bekerja setengah hati dalam melakukan tugasnya

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 

"Saya enggak bisa pecat kalau enggak ada salah. Tapi, saya bisa pindahkan. Jadi, tolong peka sedikit dengan keadaan," ujar Risma.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Muhammad Rifai Firdaus memberi tanggapan terkait pernyataan Risma yang akan memindahkan ASN tak bagus ke Papua.

Rifai dapat memahani kalau pernyataan Risma berkaitan dengan letak Papua yang berada jauh dari Jakarta.

Tetapi harusnya Risma tidak boleh menjadikan Papua untuk tempat orang-orang tidak bagus.

Baca juga: Mensos Risma Pastikan Kebutuhan untuk Korban Bencana NTT Terpenuhi

"Jangan sampai kalimat ini terucap dari elite-elite lainnya. Mengapa harus Papua dijadikan lokasi pemindahan para ASN yang berkinerja buruk?" tanya Rifai di Twitter pribadinya, Selasa (13/7/2021).

Ia juga menyebut Papua tidak harus dipandang negatif untuk digunakan dalam menakut-nakuti ASN yang berkinerja buruk

"Banyak mutiara lahir dari Papua untuk bangsa ini. Mungkin ibu lupa," jelasnya.

Klarifikasi Kemensos

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Raden Harry Hikmat, menerangkan pernyataan Risma bukan untuk mendiskriminasi Papua melainkan hanya memberi motivasi kepada jajarannya.

Harry menyebut Risma hanya berharap jajaran Kementerian Sosial berani bekerja untuk keluar dari zona nyaman mereka.

Risma juga hanya sekedar mengimbau agar para pegawainya lebih peka dan fokus melayani masyarakat di masa kedaruratan seperti saat ini.

Menurut Harry, ini merupakan upaya untuk meningkatkan empati pegawai terhadap kondisi terkini masyarakat.

“Itulah yang dimaksudkan dengan pernyataan akan dipindahkan ke Papua, tempat yang paling jauh (dari Bandung) tapi masih di Indonesia. Seluruh pegawai harus mampu keluar dari zona nyaman, meninggalkan keluarga dan kenyamanan rutinitas yang dialami sehari-hari, untuk berperan mengatasi masalah sosial dari Aceh sampai Papua,” ujar Harry.

Dalam kunjungan kerjanya kemarin, Risma mengaku memang dimaknai sebagai cambuk untuk seluruh jajaran Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI.

Apalagi kondisi Indonesia yang berasa dalam situasi kedaruratan.

“Kami harus belajar dari relawan Tagana (Taruna Siaga Bencana) bagaimana cara mengoperasikan dapur umum,” kata Harry.

TribunBanten.com/Tribunnews.com

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved