Breaking News:

Selain Perkara Utang, Pria 60 Tahun yang Bunuh Sahabatnya Cemburu Korban Kerap Chat Kekasihnya

pelaku mengatakan korban yang tak lain sahabatnya itu sering menghubungi pacarnya tanpa sepengetahuan dirinya.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Petugas mendampingi tersangka pembunuhan berinisial S di Mapolres Lebak, Rangkasbitung, Lebak, Selasa (13/7/2021). S ditangkap atas sangkaan membunuh Jaminah (51) yang mayatnya ditemukan di perkebunan di Desa Sajira, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu, 10 Juli 2021. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - S (60) pelaku pembunuhan terhadap Jemingah (57) yang dilakukan di perkebunan milik warga di Desa Sajira Barat, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten mengungkapkan alasan dirinya membunuh korban,

Saat ditemui di Mapolres Lebak, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (13/7/2021) pelaku mengatakan korban yang tak lain sahabatnya itu sering menghubungi pacarnya tanpa sepengetahuan dirinya.

"Saya kesal lantaran dia (korban) sering mengirimkan pesan dengan nada merayu kepada pacar saya di handphone nya," katanya.

Hal tersebutlah yang membuat dirinya gelap mata dan tega menghabisi nyawa korban di tengah perkebunan hingga tewas dan ditinggalkan begitu saja.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Terhadap Sahabat Sendiri Ternyata Jadi Buronan Kasus yang Sama di Sumatera

Dirinya pun langsung membawa sepeda motor milik korban beserta uang di dalam jok kendaraannya senilai Rp 5.500.000 untuk kehidupannya.

"Uangnya saya pakai dan saya juga kesal lantaran diminta untuk mengembalikan uangnya," terangnya.

Ia mengaku dengan pekerjaan serabutan sebagai petani lepas, membuat dirinya tak dapat membayar uang yang dipinjam oleh korban kepada dirinya sebesar Rp 2.500.000.

Sebelumnya diketahui pelaku mencoba mengajak korban pada Senin (5/7/2021) untuk bertemu dengan seorang wanita di Sajira.

Baca juga: Cerita Terungkapnya Pembunuhan Gadis Tangerang: Korban Dibakar Hingga Tewas karena Lamaran Ditolak

Korban yang diketahui sudah lama menduda pun mencoba ikut dengan pelaku agar dapat berkenalan dengan wanita yang dijanjikan pelaku.

Akan tetapi di perjalanan menuju lokasi pertemuan, pelaku sempat meminta untuk berhenti di tengah perkebunan untuk membuang air kecil.

Korban dan pelaku pun akhirnya berhenti untuk dapat membuang air kecil.

Tak selang berapa lama kemudian, pelaku pun langsung menusukkan sebuah pisau tepat di bagian dada korban yang menembus hingga ulu hati dan memutuskan usus 12 jari korban hingga meninggal dunia.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved