Breaking News:

Virus Corona di Banten

Terungkap! Banyak Warga Kota Serang Meninggal di Rumah Karena Covid-19 Tapi Tidak Melapor

Dan jumlah warga meninggal dunia karena Covid-19 ada sebanyak 97 orang dalam sehari.

Penulis: mildaniati | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Ilustrasi pasien Covid-19 meninggal - Petugas mengevakuasi mayat penghuni indekos, MI (41), di Perumahan Arga Baja Pura Blok D2, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Selasa (13/7/2021). Belakangan diketahui, korban terpapar Covid-19. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Pemerintah Kota Serang menemui beberapa kendala dalam penanganan lonajakan kasus Covid-19 di wilayahnya.

Selain tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan, banyak warga di Kota Serang meninggal dunia di rumah karena Covid-19, namun tidak melapor ke aparat setempat.

"Yang meninggal di rumah masing-masing dan tidak dilaporkan tampaknya lebih banyak hari-hari ini," ujarnya usai menghadiri rapat koordinasi penanganan Covid-19 Provinsi Banten bersama Pemprov Banten dan pemerintah pusat melalui zoom meeting di kantor Diskominfo Kota Serang, (14/7/2021).

Wali Kota Serang Syafrudin menyampaikan data terakhir ada 11.987 orang wilayahnya terpapar Covid-19. 

Dan jumlah warga meninggal dunia karena Covid-19 ada sebanyak 97 orang dalam sehari.

Baca juga: BREAKING NEWS: Makin Melambung, Dalam Sehari Tambah 54.517 Orang Positif Covid-19 

Baca juga: Penghuni Indekos Asal Jakarta yang Ditemukan Tewas di Arga Baja Pura Positif Covid-19 

Selain itu, kendala yang dihadapi Pemkot Serang dalam menangani lonjakan kasus Covid-19 di wilayahnya yakni belum adanya pasokan obat antivirus dan alat tes usap atau swab antigen dan PCR (polymerase chain reaction).

Minimnya obat antivirus dan alat tersebut membuat pihaknya kesulitan untuk melakukan testing, tracking dan treatment terhadap pasien Covid-19.

"Testing, tracking dan treatment ini dilaksanakan dengan keterbatasan rapid test antigen, swab dan sebagainya belum dikirim dari pemerintah pusat," katanya.

"Jumlah yang akan di-tracking 1.000 orang, sedangkan sarana dan prasarananya hanya 30 samai 40 persen. ini menjadi catatan untuk Menteri Kesehatan untuk segera mengadop ke pemerintah daerah di Banten," ujarnya.

Baca juga: Warga Serang yang Sedang Isoman Bisa Minta Bantuan Paket Suplemen ke Lembaga Yatim Mandiri Banten

Baca juga: RSUD Kota Serang Masih Punya Stok Oksigen, Tapi Alami Kelangkaan Tabung

Sementara itu, vaksinasi Covid-19 kepada warga di Kota Serang sudah mencapai 60 persen dan masih terus dilakukan.

Wali Kota Serang, Syafrudin (batik biru), memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat koordinasi penanganan Covid-19 Provinsi Banten bersama Pemprov Banten dan pemerintah pusat melalui zoom meeting di kantor Diskominfo Kota Serang, (14/7/2021).
Wali Kota Serang, Syafrudin (batik biru), memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat koordinasi penanganan Covid-19 Provinsi Banten bersama Pemprov Banten dan pemerintah pusat melalui zoom meeting di kantor Diskominfo Kota Serang, (14/7/2021). (Tribunbanten.com/Mildaniati)

Ia pun meyakinkan biaya perawatan dan obat-obatan untuk pasien Covid -19 serta vaksinasi ditanggung pemerintah pusat.

Baca juga: Pemkot Tangerang Mulai Berikan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Hari ini, Sasar 1.000 Siwa SMA

Baca juga: 378 Polisi di Banten Positif Covid-19, Wisma Dian Bhayangkara Disulap jadi Tempat Isoman

Ia menambahkan Pemkot Serang akan melakukan recofusing pos anggaran APBD untuk membantu pemberian bantuan sosial kepada warga terdampak Covid-19.

Sementara, penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga terpapar Covid-19 dari pemerintah pusat akan dibahas dahulu dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Serang

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved