Breaking News:

PPKM Darurat

Pedagang Pasar Rangkasbitung Keluhkan Pembatasan Jam Operasional: Suami-Anak Mau Dikasih Makan Apa?

Ahmad Mulyana (35), pedagang ayam di Pasar Rangkasbitung, mengeluhkan perubahan jam operasional pasar.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Pasar Rangkasbitung di Kabupaten Lebak, Banten 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Ahmad Mulyana (35), pedagang ayam di Pasar Rangkasbitung, mengeluhkan perubahan jam operasional pasar.

Menurut dia, perubahan jam operasional itu tidak berdampak pada peningkatan pemasukan.

Dia tampak berkaca-kaca dan emosi karena selama penerapan PPKM Darurat mulai 3 Juli lalu penghasilan dari jualan menurun.

"Sama saja percuma, karena memang jam segitu sudah sepi banget, enggak ada orang berani keluar karena takut terjaring razia terus di-swab," ujarnya saat ditemui di Pasar Rangkasbitung, Kamis (15/7/2021).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi kebijakan pemerintah Kabupaten Lebak merevisi aturan jam operasional di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Aturan pemberlakuan pasar yang tadinya berdasarkan Intruksi Bupati Nomor 9 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat memperbolehkan hingga pukul 22.00 WIB, saat ini hanya diperbolehkan hingga pukul 20.00 WIB.

Dia meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan penanganan Covid-19.

Sehingga, para pedagang di pasar tidak mengalami kerugian.

"Saya rasa pedagang-pedagang seperti kami tidak sampai menimbulkan kerumunan. Pembeli datang, beli lalu pulang, tidak berlama-lama ada di lapak," ujarnya.

Baca juga: Aturan Baru PPKM Darurat di Lebak, Jam Operasional Pasar Hingga Pukul 20.00 WIB

Sementara itu, Saryati (40), pedagang sayur di Pasar Rangkasbitung mengaku merugi karena aturan pemberlakuan jam malam di Rangkasbitung.

Per hari, dia mengaku dapat uang Rp 2 juta. Namun, kini dia mengungkapkan pendapatan hasil jualan yang diterima jauh di bawah pendapatan biasanya.

"Kalau pemerintah asal ngomong dan buat peraturan enak saja. Kita yang miskin dan mengandalkan hidup dari berjualan kalau sepi kayak gini mau di kasih makan apa anak dan suami," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved