Breaking News:

Virus Corona di Banten

Relawan Mengetuk Pintu Langit Bantu Pemakaman Jenazah Covid-19 di Cilegon Secara Gratis

Dari kejadian pertama itu, rupanya beberapa warga lainnya menawarkan diri untuk bergabung dalam RMPL seiring makin banyaknya warga meninggal dunia

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Sejumlah relawan tergabung dalam Relawan Mengetuk Pintu Langit (RMPL) memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Kota Cilegon, Sabtu (17/7/2021).  

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Tercatat, lebih 200 jenazah pasien Covid-19 di Cilegon dimakamkan para relawan yang tergabung Relawan Mengetuk Pintu Langit (RMPL).

Ketua RMPL, Aden Sunandar menceritakan organisasi relawan ini terbentuk karena terpanggil untuk membantu warga yang kesulitan memakamkan keluarganya yang meninggal karena Covid-19.

Kali pertama pemakaman dilakukan tim relawan ini pada 24 April 2020 dan dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan Covid-19.

"Awalnya saya memakamkan hanya berlima waktu tetangga saya yang harus dimakamkan," katanya di kantor RMPL Jalam Cendana, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Kisah Petugas BPBD Kota Serang Membantu Mengantarkan Jenazah Bergiliran karena Mobil Hanya Satu Unit

Dari kejadian pertama itu, rupanya beberapa warga lainnya menawarkan diri untuk bergabung dalam RMPL seiring makin banyaknya warga meninggal dunia karena Covid-19.

"(Perekrutan) alamiah saja sampai hari ini, jika ada yang ingin gabung. Jadi, saya enggak pernah menawarkan, seperti kesadaran mereka saja," tambahnya.

Sejumlah relawan tergabung dalam Relawan Mengetuk Pintu Langit (RMPL) memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Kota Cilegon, Sabtu (17/7/2021). 
Sejumlah relawan tergabung dalam Relawan Mengetuk Pintu Langit (RMPL) memakamkan jenazah pasien Covid-19 di Kota Cilegon, Sabtu (17/7/2021).  (TribunBanten.com/Khairul Ma'arif)

Ia menegaskan pemberian bantuan pemakaman jenazah pasien Covid-19 tanpa dipungut biaya alias gratis.

"Jika keluarga mengeluarkan uang, kami pasti ditolak. Tetapi, jika memberikannya untuk yayasan dengan keridhoan akan diterima untuk kesejahteraan yayasan," jelasnya.

Baca juga: UPDATE: Terbanyak Sepanjang Pandemi, 1.205 Orang Meninggal Akibat Covid-19 dalam Sehari

RMPL awalnya merupakan yayasan yang mendidik anak-anak yang kurang mampu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved