Breaking News:

PPKM Darurat

Bosan Saat PPKM? Remaja Serang Panjat Dinding Bendungan Lama Pamarayan, Nongkrong hingga Foto Bareng

Sejumlah remaja berupaya mengusir kebosanan selama penerapan PPKM Darurat dengan cara bermain di Bendungan Lama Pamarayan.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Beberapa remaja yang nekat melewati dinding untuk masuk ke area Bendungan lama melalui jalan belakang. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Sejumlah remaja berupaya mengusir kebosanan selama penerapan PPKM Darurat dengan cara bermain di Bendungan Lama Pamarayan.

Bendungan Lama Pamarayan merupakan salah satu tempat wisata di Kabupaten Serang yang ditutup selama penerapan PPKM Darurat mulai 3 hingga 20 Juli 2021.

Baca juga: Kisah Perempuan Asal Kota Serang Menjalani Isolasi Mandiri Hampir 23 Hari Setelah Keluar dari RS

Baca juga: Mulai Senin, Ribuan Anak SMP-SMA di Kabupaten Serang Mulai Disuntikkan Vaksin Covid-19

Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com pada Sabtu (17/7/2021), terdapat sejumlah remaja yang masuk ke bendungan itu meskipun area ditutup.

Mereka memarkirkan sepeda motor di lapangan. Lalu, satu per satu muda-mudi itu memanjat dinding bendungan yang berada di belakang area.

Setelah masuk, mereka nongkrong dan menyempatkan untuk berfoto bersama.

Bayu, pengurus Bendungan Lama Pamarayan mengaku kesulitan mengimbau warga tidak mengunjungi tempat wisata itu untuk sementara waktu.

"Sudah dibilang, tetapi susah, pengunjung suka ngeyel terus pada lewat belakang karena memang dibelakangkan engga dipager," kata dia, kepada TribunBanten.com, Sabtu (17/7/2021).

Menurut dia, area itu ramai pada sore hari. Sementara itu pada malam hari, kata dia, tidak ada yang nongkrong atau masuk area itu.

Baca juga: PPKM Darurat Jilid 2 di Kabupaten Lebak, Apakah Pembatasan Diperketat? Ini Jawaban Asda I

Baca juga: Warga Kabupaten Serang Positif Covid-19 yang Isolasi Mandiri Segera Dapat Obat dan Vitamin Gratis

Untuk diketahui, Bendung Lama Pamarayan memiliki nilai sejarah karena salah satu peninggalan kolonial Belanda di Kabupaten Serang.

Sebelum ditutup, bendungan itu ramai dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari peneliti, sejarawan, youtuber, hingga masyarakat biasa.

Untuk masuk ke area itu tidak dipungut biaya. Hanya saja, pengunjung harus menjaga
kebersihan dan merawat lingkungan.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved