Breaking News:

PPKM Darurat

Cerita Warga Saat PPKM: Seperti Perang, Kerap Dengar Sirine Ambulans & Jalan Gelap pada Malam Hari

Pemerintah pusat menerapkan PPKM Darurat mulai 3 hingga 20 Juli 2021. Selama penerapan PPKM Darurat itu aktivitas masyarakat dibatasi.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Ilustrasi jalan di Kota Tangerang Selatan saat Malam Hari 

"Masukan saya buat pemerintah, tolong datanya harus terintegrasi data Covid ini. Ketika tidak terintegrasi, maka semakin hari khawatir semakin banyak data orang yang terpapar Covid," tuturnya.

Sebab, dia mengaku, sulit membedakan orang tanpa gejala (OTG), orang terinfeksi Covid-19 yang menimbulkan gejala.

Baca juga: Kisah Pelaku Wisata di Banten: Kurangi Jam Kerja hingga Potong Gaji Karyawan Selama PPKM Darurat

Baca juga: Catat! Pemerintah Berikan Bansos Saat PPKM Darurat, Berikut Daftarnya

Untuk itu, kata dia, sangat dibutuhkan data terintegrasi yang memutus mata rantai.

Dia mengaku siap memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran bagi bangsa, untuk membantu mengatasi pandemi Covid.

Hingga, pada akhirnya pandemi ini bisa teratasi dan aktivitas masyarakat serta perekonomian bisa pulih seperti sediakala.

"Kalau negara butuh bantuan, tenaga, pikiran mengintegrasikan data, saya siapa membuat ToR-nya dan presentasi. Bagaimana memutus mata rantai itu, dan membuat data terintegrasi," ujarnya.

Untuk diketahui, pada Sabtu kemarin, Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) itu
berulang tahun ke-45 tahun.

Dia berharap agar partai yang dipimpinnya itu bisa menjadi peserta Pemilu 2024.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved