Breaking News:

Virus Corona

Momen Jokowi 'Marah-marah' karena Stok Vaksin Covid-19 Menumpuk

Vaksinasi untuk warga masih banyak yang belum tersalurkan. Jumlah vaksin yang telah diberikan kepada masyarakat belum seimbang dengan yang didatangkan

Editor: Glery Lazuardi
ANTARA FOTO/HO/SETPRES/MUCHLIS J
Presiden Joko Widodo menerima suntikan dosis kedua vaksin Covid-19 oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib di sisi barat halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1/2021). 

Sebelumnya, banyak pihak yang mengecam langkah yang semula akan diambil pemerintah tersebut.

Sebab, Presiden Jokowi jauh sebelumnya telah berjanji bahwa vaksinasi gratis wajib dilakukan negara.

"Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut," kata Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/7/2021).

"Semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden sebelumnya," imbuhnya.

Program Vaksinasi Gotong Royong tetap akan berjalan seperti semula.

Yaitu, perusahaan akan tetap menanggung seluruh biaya vaksinasi bagi karyawannya.

Dengan kata lain, para karyawan perusahaan tetap tidak perlu membayar biaya vaksin dan Vaksinasi Gotong Royong tidak dikomersialkan untuk individu.

Baca juga: Presiden Jokowi Batalkan Vaksinasi Berbayar, Vaksin Tetap Gratis

Baca juga: Polda Banten Gelar Konsolidasi Akbar Vaksinasi, 300 Tenaga Kerja se-Kabupaten Serang Divaksin Gratis

"Hal yang berkaitan dengan vaksin Gotong Royong mekanismenya tetap dilakukan melalui perusahaan dan perusahaan yang akan membayar kepada seluruh karyawan yang ada."

"Sehingga dengan demikian mekanisme untuk seluruh vaksin, baik itu yang gotong royong maupun yang sekarang mekanisme sudah berjalan digratiskan oleh pemerintah," ungkap Pramono.

Sebelumnya, rencana Vaksinasi Gotong Royong individu menuai kritik dan kecaman publik.

Aturan mengenai vaksinasi berbayar tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Permenkes Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Dalam aturan tersebut definisi Vaksinasi Gotong Royong diperluas, tidak hanya vaksinasi terhadap pekerja, keluarga atau individu lain dalam keluarga yang pendanaannya dibebankan pada badan hukum atau badan usaha.

Namun, vaksinasi juga ditujukan untuk individu yang biayanya dibebankan kepada yang bersangkutan juga masuk kategori Vaksinasi Gotong Royong

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Presiden Jokowi Geram Stok Vaksin Covid-19 Indonesia Masih Menumpuk, Minta Langsung Dihabiskan

Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved