Breaking News:

Idul Adha 2021

Naskah Khutbah Idul Adha, Syari'ah Qurban, Beserta Tata Cara dan Niat Shalat Idul Adha

Inilah contoh naskah khutbah Idul Adha dengan judul Syari'ah Qurban, dilengkapi tata cara shalat Idul Adha.

Editor: Renald
Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin
Suasana pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 Hijriah di Masjid Agung Ats Tsauroh Serang, Banten, Kamis (13/5/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Simak contoh naskah khutbah Idul Adha, dilengkapi tata cara shalat Idul Adha.

Umat Muslim akan melaksanakan shalat Idul Adha 1442 H besok, Selasa (20/7/2021).

Dalam artikel ini berisi naskah khutbah Idul Adha berjudul 'Syari'ah Qurban'.

Naskah khutbah tersebut ditulis oleh Dr. Agus Hermanto, M.H.I, yang merupakan dosen UIN Raden Intan Lampung.

Contoh naskah khutbah Idul Adha, berjudul Syari'ah Qurban.
Contoh naskah khutbah Idul Adha, berjudul Syari'ah Qurban. (Tangkapan Layar mui-lampung.or.id)

Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilham.

Jama’ah shalat Idul Adha yang dimulyakan Allah!

Hari raya Idhul Adha adalah hari besar umat Islam, merupakan hari kemenangan, hari dihalalkannya makanan dan diharamkan shiyam (puasa), yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah dan ditambah tiga hari yaitu hari-hari Taysrik, pada tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah.

Idhul Adha merupakan hari peradaban manusia, sebagai pondasi serta tonggak disyari’atkannya ajaran para Nabi yang lalu dan kemudian disyari’atkan kembali bagi umat Islam, berupa risalah Islamiyah yang bawa oleh baginda Rasulullah Muhammad saw.

Berbicara tentang Idul Adha, berarti berbicara tentang dua sejarah umat Nabiyullah yang menjadi cerita dalam al-Qur’an, yaitu perjalanan Nabi Ibrahim as., yang diuji oleh Allah dengan ujian yang sangat berat, yaitu ujian di atas rata-rata ujian manusia, yaitu diperintahkan menyembelih putranya, yang mana beliau setelah mendapatkan ujian berpuluh-puluh tahun tidak memiliki anak, setelah lahir putra kesayangannya Allah mengujinya dengan menyuruhnya untuk menyembelih.

Qurban merupakan syari’at yang dibawa oleh Nabi Ibrahim as., yang kemudian diperkuat oleh syari’at Nabi Muhammad saw., inilah yang disebut syar’u man qablana, yaitu syari’at yang telah disyari’atkan terdahulu dan kemudian disyari’atkan kembali dalam risalah Islamiyyah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved