Breaking News:

PPKM Darurat

Pembatasan Aktivitas Selama Idul Adha, Ratusan Calon Penumpang Tertahan di Pelabuhan Merak

Pihak PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Merak melarang warga untuk menyeberang ke Bakauheni, Lampung.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/KHAIRULMAARIF
Pemeriksaan surat-surat perjalanan sebelum menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni 

Dia membawa penumpang para pekerja di Kabupaten Garut yang akan menuju ke Lampung Barat.

Melihat calon penumpang tidak dapat menyeberang, dia mengaku bingung. Hal ini karena para pekerja sudah selesai kontrak di Garut sehingga ingin kembali ke kampung halaman.

"Kalau kaya gini kan penumpang saya menjadi terlantar tidak tau lagi mau ke mana abis dari sini," kata dia.

Selain itu, dia menyayangkan ada pengusiran yang diduga dilakukan oleh petugas.

Baca juga: Selama PPKM Darurat, Jumlah Penumpang Pelabuhan Merak Turun

Baca juga: Jumlah Penumpang di Pelabuhan Merak Menurun, Penurunan Diprediksi Terus Berlanjut hingga Idul Adha

Elga Eka Priyadi, sopir travel yang membawa calon penumpang dari Sumedang, Jawa Barat, juga mengalami hal yang sama.

"Iya saja kalau dekat ini kan jauh dari Sumedang udah habis biaya banyak. Kami ke sini masa harus pulang juga," ujarnya.

Dia tidak mengetahui adanya peraturan baru yang membuat para calon penumpang tidak boleh menyebrang.

"Saya sudah dari pukul 03.00 WIB, tetapi selalu disekat sampai di depan pintu masuk juga tetap disekat," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved