Breaking News:

Virus Corona di Banten

Soroti Penerapan Prokes, Satgas: Lebih Dari 30 Persen Kelurahan/Desa di Banten Tak Patuh Jaga Jarak

Masih ada daerah yang masyarakat tidak patuh menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona, khususnya menjaga jarak.

Editor: Glery Lazuardi
KOMPAS.com/RASYID RIDHO
Petugas Ditlantas Polda Banten saat membuat marka jaga jarak di traffic light Cipocok, Kota Serang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Masih ada daerah yang masyarakat tidak patuh menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona, khususnya menjaga jarak.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Dari 7 provinsi yang menerapkan PPKM Level 4 di Jawa-Bali, ada 3 provinsi yang warganya kurang patuh. Yaitu, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Banten.

"Tiga provinsi ini lebih dari 30 persen desa atau kelurahan tidak patuh menjaga jarak," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, pada Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Yuk Vaksin! Pelajar di Banten Cerita Pengalaman Divaksin Covid-19, Tidak Seperti yang Dibayangkan

Baca juga: Evaluasi PPKM Darurat, Wahidin Halim Sebut Mobilitas dan Interaksi Masyarakat Banten Menurun

Wiku mengungkap, kurang dari 30 persen desa/kelurahan di Jawa-Bali yang masyarakatnya tidak patuh memakai masker.

Untuk meningkatkan kedisiplinan warga, Wiku mendorong agar fungsi posko penanganan Covid-19 di desa/kelurahan dioptimalkan.

Salah satu fungsi posko adalah menyosialisasikan serta melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

"Sayangnya sebagian besar provinsi kurang dari 50 persen poskonya melaporkan kinerja. Provinsi tersebut adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten," ungkap Wiku.

Wiku menyebut, disiplin protokol kesehatan akan menekan laju penularan virus corona.

Dengan begitu, diharapkan angka kesembuhan dapat meningkat dan jumlah kematian bisa ditekan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved