Breaking News:

PPKM di Banten

PPKM Level 4 di Cilegon Diperpanjang, Helldy Gerakkan Pelaku Industri Hingga Lurah soal Prokes

Diharapkan pihak-pihak yang diajak kerja sama itu dapat membantu mendisiplinkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di Kota Cilegon.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Wali Kota Cilegon Helldy Agustian di Kantor Wali Kota Cilegon, Jalan Jenderal Sudirman nomor 2, Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Kamis (15/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Pemkot Cilegon memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 menyusul kebijakan pemerintah pusat.

Kota Cilegon sendiri masuk wilayah zona merah dengan tingkat risiko tinggi penularan kasus Covid-19 mengingat masih tingginya kasus Covid-19 dan angka kematian.

Sasarannya di sektor industri hingga masyarakat luas.

Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan dalam perpanjangan PPKM Level 4, dirinya akan kembali melakukan kerja sama dengan semua pihak untuk penerapan sejumlah protokol kesehatan dalam pembatasan kegiatan masyarakat.

"Kita harus bekerja sama secara keseluruhan. Saya sudah melakukan koordinasi dengan industri dan selanjutnya dengan lurah dan camat," kata Helldy di Kantor Wali Kota Cilegon, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Berikut Perbedaan Aturan PPKM Level 4 dan 3, Mulai dari Operasional Mal hingga Warung Makan

Baca juga: PPKM Diperpanjang Hingga 2 Agustus, Pemerintah Tingkatkan Testing & Tracing di 7 Wilayah Aglomerasi

Diharapkan pihak-pihak yang diajak kerja sama itu dapat membantu mendisiplinkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di Kota Cilegon.

"Ya harapannya masyarakat bisa dengan mudah mematuhi prokes sehingga dapat menekan angka positif Covid-19 di Kota Cilegon," tambahnya.

Ada perbedaan antara PPKM Darurat dengan PPKM Level 4 di Kota Cilegon.

Di antaranya pelayanan administrasi perkantoran sektor esensial dilakukan Work From Office (WFO) maksimal 10 persen, dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. 

Baca juga: Bupati Lebak Iti Jayabaya Sulit Berdiri Tegak Pasca-Sembuh dari Covid-19

Baca juga: Sindikat Pemalsuan Surat Antigen di Pelabuhan Merak Tertangkap, Satu Dokter Diciduk

"Kebijakannya hanya 10 persen untuk administrasi, enggak bisa lebih dari angka tersebut," tandasnya.

Aturan ini berbeda saat pemberlakuan PPKM Darurat yang dibatasi mencapai 50 persen.

"Tentunya ini terobosan yang kami akan lakukan agar dapat menekan angka positif Covid-19 di Kota Cilegon," ujarnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved