Olimpiade Tokyo 2020

SOSOK Eko Yuli Irawan Atlet Indonesia Pertama Raih 4 Medali Olimpiade, Dulunya Pengembala Kambing

Lifter putra Indonesia, Eko Yuli Irawan, mempersembahkan medali perak bagi Indonesia di Olimpiade 2020.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
badminton talk
Lifter Eko Yuli Irawan menyumbang medali perak di Olimpiade Tokyo 2020 

TRIBUNBANTEN.COM - Lifter putra Indonesia, Eko Yuli Irawan, mempersembahkan medali perak bagi Indonesia di Olimpiade 2020.

Prestasi itu diraih setelah mencatatkan total angkatan seberat 302 kg (snatch, clean & jerk).

Dari tiga kali angkatan snatch, lifter berusia 32 tahun itu membukukan angkatan terbaiknya seberat 137 kg.

Dua dari tiga angkatan snatch Eko Yuli Irawan sendiri harus berujung dengan kegagalan.

Pada angkatan clean & jerk, Eko Yuli Irawanan mencatatkan angkatan terbaiknya seberat 165 kg.

Eko Yuli Irawan hanya kalah dari wakil China yakni Fabin Li yang mencatatkan total angkatan snatch, clean & jerk seberat 313 kg.

Keberhasilan meraih medali itu membuat Indonesia sudah mendapatkan dua medali di Olimpiade 2020.

Sebelumnya, pada Sabtu (24/7/2021) kemarin, lifter putri Indonesia, Windy Cantika Aisah meraih medali perunggu.

Turun di kelas 49 kg putri, wanita berusia 19 tahun itu sukses meraih medali perunggu.

Baca juga: Kisah Windy Cantika Peraih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Berikut profil Eko Yuli Irawan:

Tidak menyangka Eko yang dulunya adalah seorang penggembala kambing bisa mendulang medali di Olimpiade.

Ia juga tercatat rajin meraih medali dalam berbagai ajang.

Sebelumnya, Eko juga sudah mengharumkan nama bangsa lewat sumbangan medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012, serta perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Namun, atlet kelahiran 24 Juli 1989 itu mengaku sempat menemui hambatan kala mengawali kariernya.

Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Eko baru bisa berlatih setelah selesai menggembala empat ekor kambing milik orang lain.

Ayahnya bekerja sebagai tukang becak, sementara ibunya adalah pedagang sayur di Lampung.

Sebagai anak laki-laki, ia biasa bekerja menggembala kambing. Pekerjaan ini membuat Eko Yuli belajar tanggung jawab.

"Jika saya kehilangan seekor kambing, saya harus membayarnya. Kami miskin. Kami miskin. Kami harus berhati-hati dalam melakukan pekerjaan kami," ujar Eko Yuli Irawan, dikutip dari situs resmi Olimpiade.

Eko Yuli mulai tertarik dengan angkat besi ketika ia melihat sekelompok orang berlatih di sebuah klub di daerahnya.

Di sela-sela aktivitasnya menjadi gembala kambing, Eko Yuli pun tertarik untuk menjajal mengangkat barbel.

Pelatih di klub tersebut akhirnya mengajak Eko berlatih.

Namun, Eko Yuli harus melalui perjuangan yang tak mudah untuk menjadi atlet angkat besi. Sebab, ia sempat dilarang ikut latihan.

Baca juga: Kontingen Indonesia Berkekuatan 28 Atlet di Olimpiade Tokyo 2020, Berikut Daftarnya

Alasannya, tugas utama Eko saat itu adalah menjaga kambing-kambing itu untuk membantu menambah penghasilan keluarga.

Hal ini diakui oleh sang ayah, Saman.

"Yang larang ibunya. Karena kita susah. Dulu rumah geribik. Itu juga bukan kambing kita. Punya orang, bagi hasil," tutur Saman.

"Tapi, karena kemauannya keras, ya kita iyakan. Ternyata hasilnya luar biasa. Dia mengharumkan nama keluarga dan nama bangsa," kata Saman menambahkan.

Pengorbanan dan perjuangan Eko Yuli Irawan memang tak sia-sia. Kini, ia menjadi salah satu atlet angkat besi terbaik yang dimiliki Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mengatakan Menkominfo Jhonny G Plate siap memberikan bonus kepada para atlet yang meraih medali pada olimpiade Tokyo 2020.

"Nanti pada saatnya akan diumumkan. Menkominfo Johnny G Plate menyampaikan bahwa itu dari dana pribadi beliau dan akan mengajak teman-temannya juga untuk ikut memberi apresiasi kepada para pahlawan olahraga nasional yang sudah mengibarkan Merah Putih di kancah tertinggi perhelatan olahraga dunia," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Eko Yuli Irawan Sumbang Perak, Dulu Berlatih Angkat Besi di Sela Kesibukannya Menggembala Kambing

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved