Breaking News:

Insentif Nakes di Provinsi Banten Sudah Dicairkan

Rina menjelaskan Pemprov Banten telah merealisasikan lebih Rp 39 miliar untuk intensif para nakes yang menangani pasien Covid-19.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Rina Dewiyanti  

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kabar gembira bagi para tenaga kesehatan di Provinsi Banten.

Pemerintah Provinsi Banten sudah mencairkan insentif tahap pertama para nakes yang menangani pasien Covid-19.

Pencairan insentif nakes dilakukan untuk Januari sampai April 2021.

Tersisa lima bulan yakni Oktober sampai Desember 2020 dan Mei sampai Juni 2021.

"Mulai dari Oktober sampai Desember 2020 dan Januari sampai Juni 2021 sudah dibayarkan," ujar Kepala BPKAD Banten Rina Dewiyanti kepada TribunBanten.com saat dihubungi, Selasa (27/7/2021).

Rina menjelaskan Pemprov Banten telah merealisasikan lebih Rp 39 miliar untuk intensif para nakes yang menangani pasien Covid-19.

"Anggaran Rp 39 miliar lebih, dan sudah terealisasi sebanyak Rp 22 miliar lebih atau sebesar 56,07 persen," terangnya.

Baca juga: Insentif Tenaga Kesehatan RSUD Banten Januari-April 2021 Cair, Sisa 5 Bulan yang Belum Dibayarkan

Baca juga: Curhat Tenaga Medis di Cilegon, Belum Dapat Dana Intensif Penanganan Covid-19

Hal itu juga dibenarkan oleh seorang nakes yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Banten.

"Iya mas, alhamdulillah insentif sudah dicairkan semua sembilan bulan itu," ujar seorang nakes yang tidak mau disebutkan namanya.

Cuma, kata dia, ada hal yang masih mengganjal bagi para nakes, yakni insentif sembilan bulan ada yang dibayarkan secara tidak penuh

Menurutnya, pemotongan pada pencairan insentif untuk Desember 2020 dan Mei sampai Juni 2021.

"Ada pemotongan, enggak sesuai ekspektasi, harusnya kan Rp 7,5 juta. Tapi, kenapa tiba-tiba dapatnya Rp 3 juta," ujarnya.

Baca juga: Sebanyak 224 Nakes di Kota Tangerang Terpapar Covid-19 Sepanjang PPKM Darurat

Namun begitu, dirinya mengaku ikhlas jika memang alasan pemotongan tersebut dilakukan karena adanya kekurangan terhadap anggaran.

"Tapi kalau ada sesuatu hal yang melakukan pemotongan tanpa ada alasan yang masuk di akal yah ikhlas nggak ikhlas," ujarnya.

"Berharapnya terbuka aja lah masalah insentif nih. Jangan sampai ada pemotongan lagi san ke depan nya semoga bisa dicairkan secara rutin dan tidak menunda-nuda lagi," ungkapnya.

 
 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved