Breaking News:

Virus Corona di Banten

Terungkap! Penimbun Alkes Cat Tabung Karbon Dioksida lalu Dijual sebagai Tabung Oksigen

Jajaran Polres Metro Tangerang Kota mengungkap kasus penimbunan alat kesehatan, seperti tabung oksigen, regulator oksigen, masker medis, sarung tangan

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Polres Metro Tangerang Kota mengungkap kasus penimbunan alat kesehatan seperti tabung oksigen, masker, dan lainnya di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (26/7/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Jajaran Polres Metro Tangerang Kota mengungkap kasus penimbunan alat kesehatan, seperti tabung oksigen, regulator oksigen, masker medis, sarung tangan medis, obat-obatan, dan vitamin.

IF (27), pelaku penimbunan melakukan aksi kejahatan itu sudah selama satu bulan.

Aparat Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota menggerebek lokasi penimbunan di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, pada Kamis (22/7/2021).

"Dia melakukan berdagang dan menjual sekaligus menumpuk alat kesehatan. Yang mana selama ini alat-alat ini dibutuhkan saat pandemi, seperti tabung oksigen. Dia tumpuk dan dijual secara online," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima, pada Senin (26/7/2021).

Baca juga: Pemkot Cilegon Distribusikan Bantuan Tabung Oksigen ke RSUD

Baca juga: Geger Penemuan Tabung Oksigen Palsu di Tulungagung, Berawal Laporan Banyak Ikan yang Mati Mendadak

Menurut dia, IF menjual alat kesehatan itu secara online. IF mematok harga jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang biasa dijual di pasaran.

"Misalkan saja untuk tabung oksigen ini dia jual satunya sampai Rp 4.500.000 padahal harga normalnya itu hanya Rp 400 sampai 500 ribu," kata dia.

Polres Metro Tangerang Kota mengungkap kasus penimbunan alat kesehatan seperti tabung oksigen, masker, dan lainnya di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (26/7/2021).

Tidak puas meraup untung, IF pun nekat menyulap tabung yang dulunya berwarna merah dan berisi Co2 menjadi menyerupai tabung oksigen.

Tabung tersebut dicat ulang menjadi warna putih untuk mengelabui korbannya.

"Tabung ini sebenarnya warna merah, untuk Co2 malah digunakan untuk o2 (oksigen) ini sudah tidak pada tempatnya," ujar Deonijiu.

Kasus yang menjeratnya pun tidak berhenti di sana, ternyata IF juga seorang pecandu narkoba.

IF juga mengedarkan barang haram tersebut ke kawasan Jabodetabek.

Baca juga: Stok Obat dan Oksigen untuk 722 Warga yang Lakukan Isolasi Mandiri di Lebak Dipastikan Aman

Baca juga: Pemprov Banten Terima Bantuan Pasokan Oksigen 120 Ton, Segera Disalurkan ke 14 Rumah Sakit, Gratis

Atas perbuatannya, IF disangkakan pasal 114 Ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Soal penimbunan alat kesehatan, IF dijerat pasal 196 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan pasal 62 Undang-undang perlindungan konsumen nomor 8 tahun 1999.

"Untuk pidana narkotikanya dapat dipidana dengan hukuman mati, seumur hidup atau paling singkat 6 tahun," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Penimbun Oksigen di Tangerang Patok Harga 10 Kali Lipat, Tabung Bekas Co2 Lalu Dicat Ulang

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved