Breaking News:

Dishub Cilegon Gandeng Pihak Swasta untuk Kelola Parkir di Pasar Kranggot, Begini Katanya

Uteng mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Cilegon dan Polres Cilegon untuk mempersiapkan permohonan pendapat hukum

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Juru parkir dari pihak swasta PT Kujang Sakti Siliwangi mulai bertugas menarik retribusi parkir ke pengendara yang memarkir kendaraan di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Rabu (28/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Dinas Perhubungan Kota Cilegon menggandeng pihak ketiga, PT Kujang Sakti Siliwangi (PT KSS), untuk mengelola parkir di Pasar Kranggot yang berada di  Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon.

Kerja sama ini akan dimulai diterapkan mulai Agustus 2021.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon, Uteng Dedi Apendi mengatakan kerja sama ini dilakukan untuk menghindari kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Jadi, nanti ketika masuk Pasar Kranggot akan diberikan karcis dan ketika keluar akan diminta tarif parkir," ujarnya saat dihubungi TribunBanten.com, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Sidak ke Pasar Kranggot Cilegon, Helldy Resah dengan Amburadulnya Penataan Pedagang

Baca juga: Ibu Pedagang Bilang Ini ke Wawalkot Cilegon soal Relokasi Pasar Kranggot: Dulu Kami

Uteng menjelaskan, nantinya setiap kendaraan yang memasuki kawasan Pasar Kranggot akan dikenakan tarif retribusi parkir Rp 1.000 untuk sepeda motor dan mobil Rp 2.000.

"Tarif parkir ini hanya berlaku untuk kendaraan yang berada di Pasar Kranggot lebih dari sepuluh menit, jika kurang tidak akan dikenakan biaya parkir," tandasnya.

Pungutan retribusi parkir tersebut berlangsung tetap atau tidak bertambah setiap satu jamnya.

Baca juga: Ingin Relokasi, Pemkot Serang akan Kaji Legalitas Perpanjangan Kontrak Pengelola Pasar Rau

Ada 30 juru parkir di bawah naungan UMK Kota Cilegon yang dipekerjakan di Pasar Kranggot.

Mereka telah mengikuti pelatihan parkir dan akan menerima gaji tetap dalam setiap bulannya. Informasi yang diterima, gaji juru parkir sekitar Rp 4,2 juta per bulan.

"Selama pelatihan mereka digaji sebesar Rp 1,8 juta," katanya. 

Uteng mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Cilegon dan Polres Cilegon untuk mempersiapkan permohonan pendapat hukum (legal opinion) penerapan pajak perparkiran ini.

Baca juga: Daftar dan Alamat Rumah Sakit di Cilegon, Pandeglang, dan Lebak, yang Menangani Pasien Covid-19

"Rencananya kami juga akan ajukan ini ke Wali Kota untuk dibuatkan SK (Surat Keputusan) terkait dengan titik-titik parkirnya" jelas Uteng.

Menurutnya, perencanaan ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi di Bidang Perparkiran, Perda Nomor 9 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perparkiran dan Peraturan Walikota Nomor 11 Tahun 2018 sebagaimana Petunjuk Pelaksanaan Perda Nomor 9 Tahun 2018.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved