Breaking News:

Virus Corona di Banten

Kabupaten Lebak Kembali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Ini Kata Kadinkes

Kabupaten Lebak kembali masuk zona merah penyebaran Covid-19. kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Lebak mencapai 7.508 kasus

TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Kadinkes Lebak, Triyatno Supiyono saat mengunjungi vaksinasi massal di Pendopo Bupati Lebak 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kabupaten Lebak kembali masuk zona merah penyebaran Covid-19.

Per Selasa (27/7/2021) kemarin, kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Lebak mencapai 7.508 kasus dengan 6.292 pasien sembuh, 1.049 orang dirawat dan 167 orang meninggal dunia.

Baca juga: Alasan Pemindahan Pasien Covid-19 Isoman di Lebak ke Gedung Pemprov Banten

Baca juga: Saat Dinyalakan, Sepeda Motor Suzuki Thunder di Rangkasbitung Lebak Terbakar, Ini Penampakannya

Kepala Kadinkes Kabupaten Lebak, Triyatno Supiyono mengatakan masih menelusuri informasi dan mengumpulkan data-data mengapa Lebak masuk dalam zona merah.

"Sampai saat ini kita juga masih mempelajari mengapa sampai masuk ke zona merah. Mana yang menjadi titik kita kembali ke zona merah," kata dia, saat ditemui di Pendopo Bupati Lebak, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (28/7/2021).

Menurut dia, ada beberapa indikator yang dapat dilihat dan dipelajari mengapa Kabupaten Lebak masuk ke zona merah penyebaran Covid-19.

Meskipun masuk ke dalam zona merah penyebaran Covid-19, namun, dia mengungkapkan
tingkat Bed Ocuppancy Rate di rumah sakit di Lebak mengalami penurunan 60 persen dari sebelumnya 90 persen.

"BOR di kita itu turun sebesar 60 persen dan tingkat positif rate 13.5 persen. Makanya perhitungan BOR itu dari pusat apakah dari rumah sakit darurat juga termasuk, atau hanya rumah sakit rujukan saja acuannya," ujarnya.

Baca juga: Sewa Gedung RS Husada Habis, Pasien Covid-19 Isoman di Lebak Dipindah ke Gedung Pemprov

Baca juga: Aturan PPKM Level 3 di Lebak: Aktivitas di Tempat Ibadah dan Resepsi Diizinkan, Tapi Ada Pembatasan

Pihaknya akan melakukan analisa dari hasil tes PCR untuk menjadi pembelajaran persebaran kasus aktif Covid-19 di wilayah tersebut.

Nantinya, kata dia, akan diketahui, di mana saja kelemahan yang dapat diperbaiki untuk ke depan agar tidak kembali terjadi seperti saat ini.

"Untuk hasil PCR, kami itu diperoleh dari mereka yang melakukan kontak erat lalu kita ambil untuk menjadi analisis kita," ujarnya.

Pihaknya juga akan melakukan testing dan pemeriksaan PCR kepada masyarakat dan pedagang yang berada di Pasar Rangkasbitung.

Upaya itu, dia menambahkan, untuk mengetahui alasan dari berubahnya warna dan peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lebak.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved