Breaking News:

Korupsi Masker di Banten

Pejabat Dinkes Banten Didakwa Mark Up Harga Masker dari Rp 70 Ribu jadi Rp 220 Ribu Per Buah

Terdakwa Lia Suanti disebut sengaja membuat item harga satuan masker KN 95 lebih mahal dari harga sebenarnya sehingga mengakibatkan kerugian keuangan

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin
Sidang pembacaan surat dakwaan terhadap Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan Dinas Kesehatan Provinsi Banten Lia Susanti dalam kasus korupsi penggelembungan atau mark up pengadaan anggaran masker medis KN95 tahun 2020 senilai Rp 3,3 miliar di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (28/7/2021).  

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan Dinas Kesehatan Provinsi Banten Lia Susanti melakukan korupsi penggelembungan atau mark up pengadaan anggaran masker medis KN95 tahun 2020 senilai Rp 3,3 miliar. Akibatnya negara dirugikan Rp 1,68 miliar. 

Hal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaa Tinggi Banten dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (28/7/2021). 

Sidang pembacaan surat dakwaan digelar secara virtual. Majelis hakim dan JPU Herlambang mengikuti persidangan di dalam Pengadilan Tipikor Serang, sedangkan terdakwa Lia Susanti dan kuasa hukumnya menjalani sidang melalui layar monitor yang tersambung di Rutan Pandeglang.

Jaksa mendakwa Lia Susanti melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Lia Susanti selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) didakwa melakukan atau turut serta bersama Direktur PT Right Asia Medika (RAM) Wahyu Firdaus dan perwakilan PT RAM Agus Suryadinata melakukan korupsi penggelembungan anggaran dalam pengadaan masker medis KN95 tahun 2020 senilai Rp 3,3 miliar, yang menimbulkan kerugian keuangan negara Rp 1,68 miliar.

Kerugian tersebut berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian negara BPKP Provinsi Banten.

Baca juga: Tok! Hakim Putuskan Gugur Praperadilan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Masker di Dinkes Banten

Baca juga: Terdakwa Pejabat Dinkes Banten Alami Infeksi Telinga, Sidang Dakwaan Korupsi Masker Ditunda

"Memperkaya diri terdakwa sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu saksi Wahyudin Firdaus selaku Direktur PT RAM (Right Asia Medika) mendapat Rp 200 juta, dan memperkaya saksi Agus Suryadinata sebagai pihak yang menggunakan perusahaan PT RAM sebesar Rp 1,6 miliar," kata JPU Kejati Banten, Subardi saat membacakan surat dakwaan.

LS, tersangka korupsi pengadaan masker yang merupakan pegawai PPK di Dinkes Provinsi Banten.
LS, tersangka korupsi pengadaan masker yang merupakan pegawai PPK di Dinkes Provinsi Banten. (TribunBanten.com/Ahmad Tajudin)

Terdakwa Lia Susanti selaku PPK disebut memanipulasi data harga satuan dalam penyusunan rencana anggaran belanja pengadaan masker KN95 yang berjumlah 15.000 buah.

Lia mengubah atau melakukan mark up harga satuan masker dari Rp 70.000 menjadi Rp 220.000 per buah.

Jaksa menyebut terdakwa Lia Susanti selaku pejabat PPK memberikan persetujuan atas harga penawaran pengadaan masker KN.95 merek 3M dari PT RAM, tanpa bukti pendukung kewajaran harga berupa dokumen yang menjelaskan struktur harga penawaran yang relevan.

Terdakwa Lia Susanti juga menunjuk dan menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) dan Surat Pesanan atau Perjanjian Kepada PT RAM. Padahal, PT RAM tidak mempunyai kualifikasi sebagai penyedia masker medis.

"Padahal PT RAM tidak mempunyai kualifikasi sebagai penyedia masker KN 95 dan tidak memegang sertifikat distribusi alat kesehatan dari Kementrian Kesehatan," jelasnya.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Segera Disidangkan, Kejati Banten Siapkan Berkas Perkara

Baca juga: Tak Terima Dianggap Fiktif, Sejumlah Pimpinan Ponpes di Serang Datangi Polda Banten

Terdakwa Lia Susanti selaku pejabat PPK tidak melakukan monitoring pelaksanaan pekerjaan untuk memastikan kebenaran kewajaran harga dari PT BMM selaku distributor dari PT RAM, sehingga terjadi pembayaran pekerjaan sebanyak Rp 3 miliar. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved