Breaking News:

Fakta Ayah Kandung dan Ibu Tiri Aniaya Anak Perempuan di Pamulang hingga Alami Kesulitan Mendengar

W (15), menjadi korban kekerasan ayah kandung dan ibu tiri di kawasan Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan.

Editor: Glery Lazuardi
Ilustrasi via Sripoku
Ilustrasi penganiayaan, KDRT, kekerasan terhadap perempuan 

TRIBUNBANTEN.COM - W (15), menjadi korban kekerasan ayah kandung dan ibu tiri di kawasan Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan.

Insiden itu berawal saat W sedang bermain di rumah pamannya. Lalu, dia dijemput R, ayahnya untuk pulang ke rumahnya, pada Senin (26/7/2021) malam.

Sempat terjadi kegaduhan di kediaman R. Pada Selasa (27/7/2021), diketahui W, sudah
dalam kondisi babak belur.

Wahyudi, pihak keluarga W, mengungkap soal kondisi W. W diduga menjadi korban kekerasan ayah, dan E, ibu tirinya.

Baca juga: Putrinya Meninggal Sehari Setelah Dilahirkan, Pasutri Malah Aniaya Bayi 6 Bulan yang Baru Diadopsi

Baca juga: Kesal Dimintai Rokok dengan Cara Mengamuk, Dua Pria Ini Aniaya Saudaranya yang ODGJ Hingga Tewas

"Bibirnya memar sama mengeluh kepala belakang sakit. Dia sempat bilang kuping sebelah kanannya enggak bisa mendengar," kata Wahyudi saat dihubungi, Rabu (28/7/2021).

"Ternyata benar korban itu langsung dipukul, berkali-kali. Bahkan parahnya si ibu tiri ikut ngejambak," tambahnya.

Wahyudi dan pihak keluarga lain akhirnya melaporkan R serta E ke Polres Tangsel.

Ayah kandung dan ibu tiri itu diduga bukan kali ini saja menyiksa W.

Polisi menjadi harapan W dan keluarga untuk segera meringkus R dan E.

"Memang sudah sering, makanya pihak keluarga tidak terima akan tindakan ini," jelas Wahyudi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved