Breaking News:

Dua Penyelundup Sabu 13 Kg Bermodus Peti Alpukat di Cilegon Dituntut 20 Tahun Penjara

Dua terdakwa ini menghentikan bus tersebut dan menitipkan barang ini kepada sopir dan kondektur dengan isi buah alpukat dan semangka.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Abdul Qodir
istimewa
Aparat gabungan Polres Cilegon dan Polres Serang Kota menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Dua terdakwa penyelundup sabu seberat 13 kilogram bermodus peti alpukat, dituntut 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Cilegon, Kamis (29/7/2021).

Adapun kedua terdakwa yakni, Zainal Efendi Bin Masril (30) warga Tanah Datar, Sumatera Barat dan Ade Putra Bin Suhartil (34) warga Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kedua terdakwa dituntut karena dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasi Pidana Umum Kejari Cilegon, Ikbal Hadjarati menerangkan kedua terdakwa terbongkar kasusnya oleh Polres Cilegon pada Februari 2021 lalu.

Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu di Peti Alpukat, 3 Orang Diamankan, 1 Tewas Ditembak

"Jadi, dua terdakwa ini penyelundupan dengan modus menyimpan sabu dalam peti buah berbahan kayu yang dikirim dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa," ujarnya kepada wartawan di kantor Kejari Cilegon, Kamis (29/7/2021).

Ikbal menuturkan mengungkapan kasus penyelundupan ini awalnya menyeret tiga orang tersangka.
Tetapi seorang tersangka lainnya tewas setelah mendapat tembakan sebagai tindakan tegas karena melawan saat hendak ditangkap petugas Polres Cilegon.

" Polres Cilegon melakukan pengejaran sampai Pekanbaru yang diamankan dua orang, satu lagi yang merupakan dalang perencanaannya," tuturnya.

Ikbal mengungkapkan para terdakwa merupakan jaringan sabu internasional karena telah berulang kali mengedarkan sabu yang didapat dari jaringan internasional.

Baca juga: 13 Orang Divonis Mati dalam Satu Hari, Ini Daftar Nama Mereka, Masuk Jaringan Narkoba Internasional

 

Pada Januari 2021 lalu, Polres Cilegon dan Polres Serang Kota mengungkap barang selundupan sabu seberat 13 kilogram ini mengendap selama satu bulan di salah satu rumah makan di Kecamatan Pulomerak.

"Peti isi sabu 13 kilogram itu tergeletak tak bertuan selama satu bulan di depan rumah makan lalu dilakukan pengembangan berasal dari satu unit bus yang melintas dari Sumatera menuju ke Jawa," tambahnya.

Dua terdakwa ini menghentikan bus tersebut dan menitipkan barang ini kepada sopir dan kondektur dengan isi buah alpukat dan semangka.

Baca juga: Polisi Ungkap Peredaran Sabu Lintas Lapas, Pelaku Manfaatkan Jaringan Komunikasi Narkoba

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Cilegon, Ikbal Hadjarati dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mayang Tari, memberikan keterangan ke wartawan di kantor Kejari Cilegon, Jumat (30/7/2021). 
Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Cilegon, Ikbal Hadjarati dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mayang Tari, memberikan keterangan ke wartawan di kantor Kejari Cilegon, Jumat (30/7/2021).  (TribunBanten.com/Khairul Ma'arif)

Sementara itu, di tempat yang sama, JPU, Mayang Tari mengatakan kedua terdakwa dituntut maksimal 20 tahun penjara dengan sejumlah hal yang memberatkan.

"Yang memberatkan terdakwa ini karena sudah berulang kali dan sudah menikmati keuntungan, mereka sudah menikmati hasilnya," ujarnya.

Meski terdapat hal yang memberatkan, Mayang menjelaskan ada hal lain yang meringankan hukuman kedua terdakwa karena dalam persidangan bersikap kooperatif, keduanya juga mengakui perbuatan dan sama-sama sebagai tulang punggung keluarga.

"Dia belum pernah dihukum, itu hal yang meringankan, ada acuan juga, awalnya keduanya akan dituntut mati," terang jaksa yang menjabat sebagai Kasubsi Pra Penuntutan Bidang Tindak Pidana Umum Kejari Cilegon.

 
 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved