Breaking News:

Virus Corona di Banten

Wajah Ketakutan lalu Tarik Ucapan, Penerima Buat Pengakuan Berbeda Soal Pungli Bansos di Tangerang

Aryani, warga Karang Tengah, Kota Tangerang memberikan keterangan berbeda soal dugaan pungutan liar soal bantuan sosial.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini blusukan ke perkampungan di Kota Tangerang untuk mengecek penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST), Rabu (28/7/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Aryani, warga Karang Tengah, Kota Tangerang memberikan keterangan berbeda soal dugaan pungutan liar soal bantuan sosial.

Dihadapan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, dia mengaku mendapat perlakuan pungutan liar saat menerima bantuan PKH dari Kemensos Rp 50 ribu, pada Rabu (28/7/2021).

Namun, pada saat ditemui di kedemiannya pada Kamis kemarin, dia memberikan keterangan berbeda.

Berdasarkan pemantauan, dia mengaku kalau tidak ada pungutan liar dalam penyaluran bantuan sosial berbentuk PKH dari oknum mana pun.

Dia menyatakan itu dalam nada lemas, muka layu dan memelas.

Ia berujar kala ditanya Risma dirinya hanya grogi jadi asal ngomong tanpa berpikir dua kali.

"Enggak, enggak ada pemotongan, waktu saya hanya grogi saja. Saya bingung mau ngomong apa soalnya tiba-tiba banyak orang dateng," kata Aryani saat dijumpai dikediamannya.

Saat disambagi, ekspresi takut terlihat jelas dari raut wajah Aryanih.

Saat berbicara pun sedikit terbata-bata seakan takut untuk menjawab pertanyaan wartawan.

Nampak dia juga berkali-kali berdiskusi dengan seorang tetangga yang mendampinginya saat diwawancarai.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved