Breaking News:

PPKM di Banten

Berlaku Mulai 3 Agustus, Ini Aturan Lengkap Penerapan PPKM Level 4 untuk Provinsi Banten

Sebanyak lima kabupaten/kota di Banten menerapkan PPKM Level 4 mulai dari 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021.

Editor: Glery Lazuardi
Dinas Kesehatan Provinsi Banten
Peta Sebaran Covid-19 Tanggal 01 Agustus 2021 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak lima kabupaten/kota di Banten menerapkan PPKM Level 4 mulai dari 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021.

Lima kabupaten/kota itu, yaitu Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Cilegon.

Adapun tiga kabupaten/kota lainnya masuk dalam penerapan PPKM Level 3.

Yaitu Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kota Serang.

Hal itu berdasarkan aturan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali yang diterbitkan Senin (2/8/2021).

Baca juga: PPKM Diperpanjang Hingga 9 Agustus, Berikut Daftar Daerah di Banten Terapkan PPKM Level 3 dan 4

Baca juga: Diperpanjang Hingga 9 Agustus, Berikut 64 Wilayah yang Terapkan PPKM Level 4, Kota Serang Termasuk

Sehingga, selama tujuh hari ke depan, kabupaten/kota di Jawa-Bali yang masuk level 4 harus menjalankan pembatasan masyarakat sesuai dengan aturan teknis Inmendagri.

Seperti dilansir dari lembaran resmi Inmendagri Nomor 27, Selasa (3/8/2021), aturan teknis level 4 itu adalah sebagai berikut :

Pertama, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan) dilakukan secara daring atau online.

Kedua, pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen (seratus persen) work from home (WFH).

Ketiga, pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial diatur sebagai berikut :

a. Keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, bursa berjangka, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan (customer).

b. Pasar modal (yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan (customer) dan berjalannya operasional pasar modal secara baik).

c. Teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat.

d. Perhotelan non penanganan karantina; dan

e. Industri orientasi eskpor dan penunjangnya dimana pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 (dua belas) bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor dan wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), dapat beroperasi dengan ketentuan:

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved