Breaking News:

Ratusan Unggas Milik Warga Cilegon Mati Mendadak, DKPP Ungkap Penyebabnya

Ratusan unggas milik warga Kota Cilegon mati mendadak diserang virus tetelo atau Newcastle Disease selama sepekan belakangan ini.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Yudhi Maulana A
Dok DKPP Kota Cilegon
Petugas dari DKPP Kota Cilegon sedang memeriksa unggas yang mati mendadak karena terpapar virus tetelo 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Ratusan unggas milik warga Kota Cilegon mati mendadak diserang virus tetelo atau Newcastle Disease selama sepekan belakangan ini.

Peristiwa ini terjadi di Lingkungan Kerotek, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

Pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon sudah melakukan sampling kepada beberapa unggas milik warga, Rabu (4/8/2021).

Kasi Kesehatan Hewan DKPP Cilegon, Dina Safitri mengatakan penyebab ratusan unggas mati mendadak ini karena terserang virus tetelo.

"Kekhawatiran warga unggasnya terkena flu burung, tetapi pas kita lakukan pengecekan karena virus tetelo," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Rabu (4/8/2021).

Baca juga: Peternak Unggas Tercekik Kebijakan PPKM, Akhirnya Gugat Jokowi dan Menterinya Ganti Rugi Rp 5,4 T

Dina mengungkapkan unggas yang mati mendadak ini mayoritas ayam dan bebek peliharaan warga.

Dirinya menambahkan warga tidak perlu panik karena virus ini tidak akan menyerang ke manusia hanya ke sesama unggas saja.

"Kami juga meminta kepada warga unggas yang mati mendadak ini tidak usah dimasak lagi tetapi langsung dikuburkan saja," tambahnya.

Setelah adanya temuan ini pihaknya langsung melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar Lingkungan Kerotek.

"Selain itu kami mengimbau kepada peternak agar rutin memberikan vitamin dan obat-obatan ke unggasnya," terangnya.

Baca juga: Pemeriksaan Hewan Kurban Idul Adha 2021 di Kota Serang, Ditemukan Ternak yang Sariawan hingga Lesu

Dina menegaskan kepada warga Lingkungan Kerotek dan warga Cilegon umumnya jika terjadi peristiwa ini agar langsung menghubungi pihaknya.

"Tidak usah panik, langsung hubungi DKPP saja pasti kami cek langsung," ujarnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved