Breaking News:

Kapal Pengangkut Batu Bara Belum Dievakuasi, DLH Lebak Khawatir Tumpahan Minyak Rusak Ekosistem Laut

Kapal tongkang pengangkut batu bara yang terdampar di Pantai Lebak Selatan, belum dievakuasi. Padahal kapal itu sudah selama satu minggu terdampar

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Kapal tongkang pengangkut batu bara yang terdampar di Pantai Lebak Selatan, belum dievakuasi. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kapal tongkang pengangkut batu bara yang terdampar di Pantai Lebak Selatan, belum dievakuasi.

Padahal kapal itu sudah selama satu minggu terdampar di perairan itu.

Baca juga: Aturan Perjalan Darat, Laut, dan Udara saat PPKM Level 1-4, Wajib Menunjukkan Kartu Vaksin

Baca juga: Cerita Warga Pesisir Pantai Anyer Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 dengan Rumput Laut

Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Dasep Novian mengaku khawatir pencemaran dan perusakan biota laut akibat tumpahan batu bara dan minyak dari kapal tersebut.

"Beberapa biota laut akan terganggu, apalagi ada beberapa biota laut yang sangat rentan dengan perubahan drastis. Selain itu, dari segi estetika, tumpahan batubara yang mencapai bibir pantai ini dapat merusak estetika pantai," ujarnya saat dihubungi, Kamis (5/8/2021).

Dia bersama tim dari DLH Kabupaten Lebak sudah meninjau ke lokasi terdamparnya kapal tersebut.

Pihaknya melihat ada bekas tumpahan batu bara di bibir pantai.

Pada 2 Agustus 2021 lalu, pihak perusahaan dan masyarakat sekitar sudah meembersihkan area bibir pantai tersebut.

Selain itu, pihaknya sudah mengambil sampel air untuk mengukur kerusakan terhadap ekosistem laut akibat dampak tumpahan batu bara.

Baca juga: Petugas Kebersihan KMP Sebuku Terjatuh ke Laut Saat Sedang Bersih-bersih Kapal

Baca juga: Menikmati Keindahan Laut Pantai Gope, Bisa Lihat Sunset Naik Perahu Nelayan, Hanya Bayar Rp 10.000

"Memang secara estetika sudah bersih, namun belum yang di dalam air. Untuk itu sekarang kita menunggu hasil dari sampel air yang sejauh mana pencemarannya, dan akan seperti apa tindak lanjutnya," kata dia.

Untuk diketahui, kapal pengangkut batu bara itu berangkat dari Lampung menuju PT Cemindo Gemilang, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Akan tetapi, di dalam perjalanan, kapal tongkang terbalik lalu kandas diakibatkan gelombang tinggi yang menghantam bagian kapal tersebut.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved