Breaking News:

Virus Corona di Banten

Rasio Testing Covid-19 di Kabupaten Lebak Jauh di Bawah Standar WHO

Jumlah Testing Covid-19 di Kabupaten Lebak masih berada di bawah standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Kabupaten Lebak sudah mempunyai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Namun, Labkesda tersebut dilarang melakukan testing swab berbasis polymerase chain reaction (PCR). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Jumlah Testing Covid-19 di Kabupaten Lebak masih berada di bawah standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

WHO menetapkan jumlah Testing 1/1000 dari jumlah penduduk per minggu.

"Seminggu terakhir, rata-rata Testing sekitar 323 atau baru 11,48 persen dari yang ditargetkan di Inmendagri dan 17,48 persen dari standar yang ditetapkan WHO," kata Asisten Daerah II Pemkab Lebak, Ajis Suhendi, saat dihubungi, pada Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Jumlah Pengangguran di Lebak Bertambah Selama PPKM, Disnaker: Didominasi Lulusan SMA/SMK

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Lebak: BOR Rumah Sakit Turun Jadi 44,57 Persen Selama Penerapan PPKM

Padahal upaya Testing, Tracing, dan Treatment merupakan langkah untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Semula, pihaknya telah menargetkan 2.810 Testing selama satu harinya. Namun, dalam pelaksanaannya Testing di Lebak masih rendah.

Selain itu, ada sejumlah faktor yang membuat testing di Kabupaten Lebak masih sangat rendah.

Ajis mengatakan, pihaknya masih kekurangan nakes untuk pelaksanaan testing di masing-masing daerah yang berada di Lebak.

"Memang ketika kita fokus divaksin, testing kita yang kedodoran. Termasuk juga stigma masyarakat ketika petugas datang menggunakan APD lengkap. Jadi memang ini akumulasi yang menyebabkan testing kita masih jauh dari standar," terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan mewajibkan kepada masyarakat yang ingin di vaksin agar di swab test terlebih dahulu untuk mengejar target testing dan upaya pencegahan Covid-19.

Baca juga: Mahasiswa Raup Omzet Rp 25 Juta dari Cetak Sertifikat Vaksin, Diskominfo Lebak Ingatkan Ini

Baca juga: Selain di Pandeglang, Warga di Lebak Juga Dapat Beras Bansos Keadaan Busuk

"Sedang kami diskusikan, kami akan coba combine, jadi sebelum divaksin akan dilakukan tes swab dulu. Ini pernah dilakukan di Gunungkencana dan beberapa wilayah lain, kemungkinan ke depan ini kita lakukan," jelasnya.

Untuk diketahui, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 harian di Kabupaten Lebak meningkat signifikan.

Per tanggal 6 Agustus 2021, sudah mencapai 8.332 kasus positif Covid-19, dengan rincian 1.359 orang masih menjalani isolasi mandiri, 6.747 orang sudah sembuh, dan 190 orang meninggal dunia.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved