Breaking News:

Alat Musik Tradisional Menumpuk di Rumah Perajin Kendang di Taktakan, 5 Bulan tak Terjual

Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, Sayuti, seorang perajin kendang asal Kampung Kamalaka, Kota Serang mengeluh dagangannya sepi.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Amanda Putri Kirana
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Sayuti (60), seorang perajin kendang asal Kota Serang saat ditemui di Kampung Kamalaka RT 01/05 Desa Panggung Jati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Minggu (7/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Sejumlah alat musik tradisional tampak menumpuk di halaman rumah Sayuti, Minggu (7/8/2021).

Sayuti merupakan seorang perajin kendang asal Kampung Kamalaka, Desa Panggung Jati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Berbagai jenis alat musik tradisional dibuat menggunakan tangannya sendiri, seperti perlengkapan marawis, hadroh, dan kasidah.

Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, Sayuti mengeluh dagangannya sepi.

Bahkan, hasil kerajinan yang ia buat hampir tidak terjual selama lima bulan terakhir ini.

Hal tersebut disebabkan oleh aturan pemerintah yang membatasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menciptakan kerumunan.

Sehingga para pelaku kesenian jarang melaksanakan pentas seni di acara pernikahan, khitanan, dan persilatan.

Baca juga: Pendapatan Anjlok, Begini Cerita Penjual Bendera Tepi Jalan di Tangsel

"Sebelum pandemi, biasanya ada tiga sampai lima set alat musik terjual," kata Sayuti kepada TribunBanten.com di rumahnya, Minggu.

Menurutnya, ketika di awal pandemi, peralatan kendangnya pernah terjual satu hingga dua set.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved