Breaking News:

Larang Warga Gelar Lomba 17 Agustus, Walkot Tangsel Akan Bubarkan Jika Ada Perayaan Agustusan

Warga Kota Tangerang Selatan diminta tidak menggelar kegiatan perlombaan jelang perayaan HUT RI ke-76.

Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Zuhirna Wulan Dila
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie 

TRIBUNBANTEN.COM - Warga Kota Tangerang Selatan diminta tidak menggelar kegiatan perlombaan jelang perayaan HUT RI ke-76.

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.

"Tidak ada perayaan-perayaan, juga pertandingan-pertandingan. Tidak ada juga pawai obor," ujar Benyamin di Ciputat, Tangerang Selatan Banten, Jumat (6/8/2021)

Perlombaan yang biasa digelar jelang Agustusan itu dikhawatirkan menimbulkan kerumunan terlebih di masa PPKM Level 4.

Selain itu, perlombaan 17 Agustus itu dikhawatirkan menjadi klaster baru Covid-19 yang bisa terjadi di tengah upaya penekanan angka kasus positif.

Benyamin mengatakan, Pemkot Tangsel tidak mau ambil risiko atas perayaan HUT Kemerdekaan ke-76 RI tersebut.

Saat ini, Kota Tangsel masih termasuk wilayah dengan risiko tinggi penyebaran Covid-19 meski angka kasus Covid-19 mulai melandai.

"Walaupun nantinya, misalnya 17 Agustus kasus Covid-19 turun, kami tidak ingin mengambil risiko," terang Benyamin.

Baca juga: Dilema Penjual Bunga di Tangsel: Bahagia Kebanjiran Pesanan tapi Hati Sedih, Kok Bisa?

Baca juga: Wali Kota Tangsel Geram Dengar Kabar Pencurian Suku Cadang Ekskavator di TPU Jombang: Keliwatan!

Dia meminta masyarakat agar dapat mematuhi imbauan ini dan mengalihkannya pada kegiatan yang bersifat tidak menimbulkan keramaian massa.

"Pengalihan kegiatan Agustusan bisa dilakukan dengan cara lain seperti tasyakuran atau berdoa. Saya lebih setuju tasyakuran saja sebagai bentuk refleksi diri di masa pandemi," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved